PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Direktorat Jenderal Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit (Ditjen P2P) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), menggelar Table Talk Exercise (TTX) untuk melakukan uji draft dokumen Rencana Kontijensi (Renkon) di Xtra Hotel, Tanah Patah, Kota Bengkulu, Senin (8/10/2018).

Kegiatan ini dilakukan untuk menguji kesiapan daerah terhadap kesiapsiagaan Pandemi Influenza. Pasalnya, Indonesia sebagai negara terbaik dalam Kesiapsiagaan Bahaya Pandemi Influenza telah diakui dan dijadikan panutan oleh World Health Organization (WHO).

Dalam dokumen Renkon bidang Komunikasi Resiko, Humas/Kominfo bersama tim di daerah diharapkan sudah mampu memberikan, menyebarluaskan, dan mengelola informasi yang mudah dipahami masyarakat melalui berbagai kegiatan agar kewaspadaan masyarakat meningkat.

“Tokoh kunci dari tiap sektor harus memahami peran dan tanggung jawab mereka,” kata Karneli selaku Kepala Seksi ISPA Ditjen P2P Kemenkes.

Adapun kegiatan-kegiatan dalam komunikasi resiko antara lain identifikasi media yang paling efektif seperti sms gate away, call centre, berita media tv, cetak, online, media sosial (FB/Twitter/Instagram/Whatsapp), dalam upaya penyebaran konten yang bersifat positif, promotif dan preventif.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Herwan Antoni menyampaikan hasil Dokumen Renkon dapat ditindaklanjuti dan dimanfaatkan dengan baik.

“Pandemi Influenza H5N1 adalah wabah sangat berbahaya bagi indonesia bahkan dunia,” kata Herwan Antoni.

Sebagai informasi, distribusi media Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) dapat berupa Leaflet, Poster, Banner dan Spanduk serta pertemuan yang melibatkan masyarakat melalui forum karang taruna, dan pengajian-pengajian warga. [Mc Kota Bengkulu/Deni Dwi Cahya]