Pedomanbengkulu.com, Bengkulu Selatan – Pemilu sejatinya merupakan sarana untuk menghasilkan pemimpin yang berkualitas. Sehingga perbedaan pandangan dan pilihan politik jangan sampai menyulut permasalahan dan konflik sosial.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, tokoh masyarakat dan seluruh elemen untuk mencegah sedini mungkin terjadinya konflik sosial. Apalagi tahun 2019 dilaksanakan Pemilu, mari menggunakan hak pilih dengan Luber dan Jurdil serta saling menjaga keamanan,” ujar Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan, Yulian Fauzi saat menyampaikan sambutan pada Rapat koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Bengkulu Selatan di Gedung Pemuda, Kota Manna, Rabu (10/10/2018).

Sementara itu, Wakapolres Bengkulu Selatan Komisaris Polisi M. Sandhi Satyatama, SH, SIK dalam paparannya menyampaikan pentingnya peran masyarakat seperti perangkat adat dalam pencegahan dini dan penyelesaian konflik sosial.

“Mengedepankan musyawarah mufakat dalam penyelesaian konflik. Penyelesaian hukum tetap, namun upaya terakhir. Solusi lain, Polri juga mengupayakan problem solving,” tegas Wakapolres.

Rapat koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Bengkulu Selatan ini mengambil tema “Dengan Rakor Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Mari Kita Ciptakan Suasana aman dan damai menuju Bengkulu Selatan EMAS”.

Dihadiri oleh Pejabat Sekda BS, Wakapolres, Pasi Intel Kodim 0408/BS, Kasi Pidsus Kejari Bengkulu Selatan, kepala OPD, Camat dan lurah/kades se Bengkulu Selatan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh agama. [Apdian Utama]