Plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengecam dan mengutuk tidakan asusila yang dilakukan oleh 7 orang pemuda kepada seorang anak bawah umur beberapa waktu lalu di Kabupaten Kaur.

“Kita mengutuk keras kejadian seperti ini, betul-betul bentuk degradasi (kemunduran) moral yang sudah luar biasa. Bukan aparat penegak hukum ataupun pemerintah, yang utamanya adalah keluarga, bapak dan ibunya itulah yang harusnya menjaga anak-anaknya,” ujar Rohidin, Rabu (10/10).

Dijelaskan Rohidin, kejadian tersebut butuh perhatian dan tanggng jawab dari semua lapisan. Selain itu, fungsi dan peran keluarga sangat dibutuhkan.

“Kalau fungsi keluarga sudah diterapkan, seperti fungsi perlindungan, fungsi pengawasan, fungsi pendidikan, fungsi agama, itu dijalankan di tengah-tengah keluarga, baru nanti kelihatan fungsi-fungsi yang lain. Saya himbau untuk para orang tua untuk mengetahui dan mengawasi keberadaan anak-anaknya supaya tidak lagi terjadi hal seperti ini,” kata Rohidin.

Dilansir sebelumnya, kejadian perkosaan tersebut terjadi pada malam Minggu 6 Oktober, korban diajak ke kosan di Desa Cahaya Batin Kecamatan Semidang Gumay sekitar pukul 23.00 WIB, setelah itu tujuh pemuda tersebut melancarkan aksinya dengan memperkosa korban secara bergantian.

Ketujuh tersangka pelaku telah diamankan di Polres Kaur. Bila terbukti bersalah ketujuh orang tersebut akan dijerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak yang melanggar Pasal Persetubuhan Anak di bawah umur dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara. [Ardiyanto]