Jenazah korban dibawa ke ruang Jenazah RSUD Hasanudin Damrah, Manna, Selasa (16/10/2018)

Pedomanbengkulu.com, Bengkulu Selatan – Innalillahi wainnailaihirojiun musibah kembali menimpa dunia pendidikan di Kabupaten Bengkulu Selatan. Salah satu siswi kelas XII IPA 4 SMAN 5 Bengkulu Selatan, DG (16) ditemukan tewas dalam kondisi tergantung di kosan di Jl. Veteran Kel. Padang Kapuk Kota Manna, Selasa (16/10/2018) pagi sekira pukul 08.50 WIB.

Diduga sebelum gantung diri, korban sambil video call via aplikasi WhatsApp (WA) dengan teman korban yang diduga merupakan pacar korban. Korban ditemukan tewas tergantung di depan pintu kamar mandi kosan korban yang letaknya tidak jauh dari lokasi SMAN 5 Bengkulu Selatan.

Pertama kali korban ditemukan oleh rekan korban sesama siswi SMA yang juga tetangga kosan korban yang bernama Mustika. Setelah melihat kondisi korban, Mustika jatuh pingsan.

“Ya saya yang lihat pertama,” jelas Mustika sambil menangis ketika ditemui di Mapolres BS.

Mustika berinisiatif mencari korban setelah diajak oleh temannya, Nadia. Mustika mengaku dapat pesan melaui chat WA dari teman laki-laki korban yang bernama Avredo agar mencari dan melihat DG di kosan. Adapaun isi pesan tersebut berbunyi: “delvi akan bunuh diri di kosan, coba lihat dulu”

Betapa terkejut setelah didapati korban telah meninggal dunia dalam posisi tergantung dengan sebuah dasi SMA yg diikat di kayu kusen dekat sumur.

“Saya lihat ada siswi kami yang menangis. Terus saya tanya ada apa? Dijawabnya ada yang gantung diri buk. Saya langsung ke sana,” jelas Guru BK SMAN 5 BS, Nova Kurnia.

Dijelaskan Nova, pada saat ditemukan, HP korban dalam kondisi hidup dekat korban.

“Siswi ini aktif sebagai atlet volly. Pihak sekolah rutin konseling seluruh siswa. Tapi korban mengaku tidak ada masalah,” jelas Nova.

Sementara itu dr. Renaldi Zakaria Reflus dari pihak RSUD Hasanudin Damrah Manna usai melakukan visum korban mengakui bahwa ditemukan bekas luka telan melingkar di bagian leher korban.

“Kalau dari gambaran yang ada korban ini percobaan bunuh diri. Namun itu baru gambaran kami secara medis. Untuk kepastiannya itu ada di pihak kepolisian,” jelas Renaldi.

Sementara itu dari pantauan Pedoman Bengkulu, pihak Polres Bengkulu Selatan masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi.

Untuk diketahui, korban merupakan siswi kelas XII IPA 4 yang berasal dari Desa Bangun Jaya, Kabupaten Kaur. [Apdian Utama]