PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Prihatin dengan lokasi Puskesmas Kampung Bali, Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Bengkulu melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Puskesmas Kampung Bali, Kota Bengkulu, Senin (8/10/2018).

Anggota Komisi I DPRD Kota Bengkulu yang melakukan sidak yaitu Wahyudin Basrah, Yani Setianingsih dan Steven Nawahir serta didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Susilawaty dan beberapa stafnya. Dilain sisi kedatangan rombongan juga disambut baik oleh kepala puskesmas.

Dalam kunjungannya, Wahyudin mengatakan lokasi Puskesmas Kampung Bali ini sangat memprihatinkan, dinilai tidak layak karena berada di balik masjid dan di belakang kuburan.

“Menurut saya lokasi puskesmas ini sangat tidak strategis, akses jalannya lewat kuburan. Kita sebagai umat yang beragama untuk masuk kuburan saja seharusnya niat dahulu, apalagi jika kita masuk puskesmas ini pakai kendaraan. Menurut saya itu suatu problem,” ujar Wahyudin.

Komisi I juga menyarankan agar lokasi puskesmas segera dipindahkan. Beberapa lokasi yang menjadi rujukan yaitu kantor Kesbangpol dan daerah pesisir Pantai Jakat.

“Kami akan merekomendasikan untuk memindahkan lokasi puskesmas ini agar dapat menunjang dan pelayanan prima bagi masyarakat. Kantor Kesbangpol direkomendasikan agar bisa dialih fungsikan menjadi Puskesmas Kampung Bali,” tambah Wahyudin.

Menanggapi hal tersebut, Susilawaty selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu yang juga turut hadir mengatakan bahwa sebelum ini pihaknya juga pernah mengusulkan kepada Pemerintahan Provinsi melalui Sekertaris Daerah dan sudah ditanggapi namun belum ada tindak lanjut.

“Kami sudah pernah membuat surat kepada sekda, dan kami diminta untuk survey ke lokasi, setelah kami survey ternyata kondisi gedungnya rusak parah, jadi kami pilih menetap disini dulu. Namun, karena tahun 2019 nanti seluruh puskesmas yang ada di Bengkulu harus sudah terakreditasi kami takut puskesmas kami tidak bisa terakreditasi,” kata Susilawaty.

Sedangkan, Kepala Puskesmas Kampung Bali Een Endang Sari mengungkapkan bahwa pihaknya juga menyambut baik kedatangan anggota dewan dan kepala dinas.

“Kami sudah berkali-kali mencoba, alangkah sedihnya kalau sampai 2019 nanti puskesmas kami masih seperti ini. Harapan kami, kedatangan para dewan dapat membantu kami,” harap Kepala Puskesmas.

Dilanjutkan Een, selama ini memang Puskesmas Kampung Bali tidak mengalami kendala dalam hal Sumber Daya Manusia (SDM) namun hanya terkendala lokasi penempatan puskesmas yang kurang strategis.

“Bagian administrasi dan Sumber Daya Manusia kami saat ini kami mampu mengatasi, tapi masalah gedung kami tidak mampu. Kami juga sudah cek. Kalau bisa disitu, posisinya ditengah masyarakat. Kalaupun di pantai jakat bisa juga tidak masalah, mungkin nanti bisa jadi puskesmas pariwisata ya,” imbuhnya.

Een juga mengatakan bahwa pihaknya sering kesulitan apabila harus membawa pasien yang dalam keadaan darurat harus digendong dari pinggir jalan karena mobil tidak bisa masuk sampai pintu puskesmas.

“Kami tidak bisa bergerak banyak, harapan kami kepada bapak ibu Dewan dan ibu Kadis bisa menyampaikan ke atas agar mewujudkan pelayanan kesehatan yang baik. Tentu, selain itu juga untuk mendukung adanya program walikota dan wakil walikota Bengkulu yang baru dengan prioritas kesehatan, pendidikan dan pengembangan ekonomi,” tutup Een. [Deni Dwi Cahya]