PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Tumpukan sampah yang berserak di dalam drainase jalan dan beronjong tepi jalan Ahmad Marzuki Kelurahan Timbul Rejo Kecamatan Curup belakangan di klaim merupakan tanggungjawab Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kabupaten Rejang Lebong. Hal ini dinyatakan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rejang Lebong, Ir Amran, Rabu (10/10).

“Normalisasi Drainase jalan itu kewenangan Dinas PUPR. Kalau kita yang urus nanti PUPRnya tersinggung,” ujar Amran singkat melalui pesan WhatsApp kepada PedomanBengkulu.com saat ditanya terkait ada atau tidaknya upaya petugas kebersihan untuk melakukan pembersihan sampah di lokasi.

Dilain sisi, Amran mengingatkan kepada seluruh lapisan Warga Rejang Lebong agar tidak membuang sampah di tempat atau lokasi yang bukan merupakan lokasi pembuangan sampah.

Sebab, prilaku buruk itu bisa membuat warga yang tertangkap tangan membuang sampah bukan pada tempatnya tersebut harus mengeluarkan uang guna membayar denda senilai Rp500 ribu. Ini sesuai dengan Peraturan Daerah nomor 4 tahun 2017.

” Membuang sampah tidak pada tempatnya diancam denda 500 ribu. Perda no 4 th 2017,” singkat Amran.

Seperti dilansir sebelumnya, Tumpukan sampah belakangan tak asing lagi ditemukan di sejumlah titik di wilayah Kota Curup. Ironisnya, kondisi ini justru terlihat seperti hal yang sudah biasa di kalangan Masyarakat.

Padahal, selain menjadi sumber penyakit, tumpukan sampah yang berada bukan pada tempatnya ini juga akan menjadi permasalahan akut bagi Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dalam upaya peraihan berbagai jenis predikat Kabupaten Bersih dan Kabupaten Sehat dari Pemerintah pusat.

Seperti terlihat di selokan jalan Ahmad Marzuki, Kelurahan Timbul Rejo Kecamatan Curup, Rabu (10/10). Sampah rumah tangga bertumpuk di dalam selokan dan diatas bronjong penahan longsor yang baru sepekan selesai dibangun oleh Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kabupaten Rejang Lebong.

“Tidak tahu sampah ini berasal dari mana. Pokoknya, sehari setelah selesai dilakukan perbaikan drainase dan pemasangan bronjong ini, sampah langsung terlihat bertumpuk dilokasi,” ujar Amin (46), Warga setempat yang tinggal 50 meter dari lokasi, Rabu (10/10).

Padahal, sambung Amin, berjarak 150 meter dari lokasi, terdapat bak pembuangan sampah. Namun, sampah malah tertumpuk di lokasi yang sebagian besar adalah sampah rumah tangga.

“Kami khawatir, jika hujan lebat turun, sampah sampah ini justru akan menjadi sumbat jalannya air yang mengalir dalam selokan dan akan mengakibatkan banjir di sekitar lokasi,” ujar Amin.

Mirisnya lagi, tambah Amin, selokan jalan yang baru sepekan selesai diperbaiki itu, sebelumnya juga rusak hingga pasangan dinding drainasenya  roboh akibat banjir.

“Kondisi ini juga seperti dibiarkan oleh Dinas terkait. Padahal, setiap pagi, kendaraan pengangkut sampah dan personilnya melintas di jalan tersebut. Tidak mungkin mereka tidak melihat kondisi ini karena tepat berada di tepi jalan padat lalulintas,” ujar Amin. [Ifan Salianto]