Korban yang hilang akibat gempa dan tsunami Donggala-Palu tampak belum jadi fokus, padahal jumlahnya ribuan.

Pada H + 3 pasca gempa, Lembaga Swadaya Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyebut 1.203 korban meninggal. 540 luka. Dan 46 hilang. Data sementara ini berbeda dengan informasi saksi mata.

Tiga Jenis Korban

Korban tsunami. Jumlah korban yang tersapu gelombang tsunami bisa capai ratusan jiwa saat acara festival Pesona Palu Lamoni tengah dipadati ribuan orang.

Ini belum termasuk laporan warga dan video sepanjang pesisir Donggala dan Palu yang hancur disapu gelombang pasang laut, misal teraparah di Pantoloan dan Wani.

Korban gempa akibatkan reruntuhan bangunan. Sejauh ini relawan berjuang untuk mencari korban yang tertimbun bangunan terputus pada korban di Hotel Roa-roa.

Padahal sebaran gempa ini terjadi merata di wilayah Donggala, Sigi, Palu, dan Kabupaten terdekat lainnya seperti Parigi, Poso, Mautong. Artinya korban belum terdata sepenuhnya.

Korban lumpur (likuifasi) di Perumnas Balaroa. Korban meninggal yang tertimbun tanah yang diketahui baru 100 jiwa, padahal ada 900 KK nasibnya belum diketahui.

Di Petobo, daerah Palu Selatan yang ditelan lumpur pasca gempa juga belum diketahui korban hilang. Padahal 744 unit rumah ditelan gempa dan lumpur.

Desa Jonooge (Sigi) juga sama, amblas 5 meter kebawah tanah dan bergeser 1 Km diseret oleh lumpur pasca gempa. Ribuan jiwa diperkirakan tertimbun dan hilang.

Belum Ditangani

Dari informasi yang bisa dihimpun, korban hilang baik akibat tsunami, gempa, dan lumpur bisa capai 3000 jiwa. Jumlah ini diluar perkiraan saat ini.

Karena itu, sudah saatnya pemerintah membuat data terkait korban hilang. Sebab, di media sosial, termasuk fb Info Kota Palu ini banyak warga yang melaporkan nasib keluarganya.

Penanganan korban hilang ini penting, agar warga baik yang berada di luar Palu mendapat kepastian dan tidak membanjiri bandara dan memasuki wilayah Palu yang masih rawan gempa dan menambah beban baru.

Setiap detik netizen menanyakan keluarganya, melaporkan korban selamat, ada anak yang kehilangan orang tua dan orang tua yang kehilangan anaknya. Lalu siapa yang menangani laporan warga ini? Pemerintah mohon buka mata! [Agus Pranata]