PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Menjelang akhir tahun khususnya Hari Natal dan Tahun Baru merupakan waktu yang dinanti bagi para pebisnis yang menjajakan dagangan ataupun jasanya. Pesanan yang meningkat merupakan ladang rezeki sendiri yang harus digali demi meraup keuntungan.

Tidak terkecuali untuk bisnis konveksi. Mendekati Hari Natal seperti ini, biasanya para penjahit dibanjiri tempahan baju ataupun kebaya untuk digunakan pada saat Natalan nanti. Kualitas jahitan yang rapi dan upah yang murah menjadi alasan orang menjatuhkan pilihan tempahan pada tukang jahit. Tak jarang jika di Bulan November seperti ini, para tukang jahit sudah menutup tempahan karena penuhnya pesanan yang mereka dapat.

“Biasanya di bulan November kami sudah tutup, karena banyaknya permintaan pelanggan,” ungkap Pemilik Silalahi Tailor, Jakson Silalahi, di Air Putih, Jln Temanggung Bengkulu Utara, Sabtu (24/11/2018).

Berbeda seperti sebelumnya, tahun ini bisnis konveksi mulai kehilangan harapannya. Banyak orang lebih tertarik untuk melirik pada produk online shop yang lebih praktis dengan jangkauan harga lebih murah ketimbang harus buat baju sendiri di tukang jahit.

“Biasanya orang sering menempah celana dan kemeja di sini. Tapi semenjak banyak terjual di online shop, mulai terasa penurunan pesanan,” jelasnya.

Tidak hanya dirasakan oleh Jakson Taylor, penjahit lain juga mengeluh karena semakin berkurangnya pesanan jahitan untuk akhir tahun.

“Biasanya orderan untuk Hari Natal itu kebanyakan kebaya, seperti Oktober tahun lalu saya sudah tidak menerima lagi karena pesanan sudah penuh tapi ini sudah akhir November masih kosong,” ujarnya.

Faktor ekonomi masyarakat yang sulit merupakan salah satu kendala terbesar bagi dirinya dan penjahit yang lain. Dan dikarenakan oleh turunnya harga karet dan sawit.

“Untuk sekarang, orang lebih memikirkan untuk makan ketimbang harus buat baju, harga karet dan sawit turun, anak-anak sekolah di awak tahun butuh peralatan alat tulis,” keluhnya.

Pesanan yang semakin menurun hingga penghujung tahun menjadi keresahan bagi para pebisnis konveksi. Mereka berharap di tahun depan bisnis mereka dapat semakin berkembang meski harus bersaing dengan barang yang terjual di online shop.

“Harapannya semoga usaha kita semakin maju, minimal dapat orderan penuh seperti tahun lalu saja sudah bersyukur,” tandasnya. [Mey Borjun]