PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Dana anggaran di 2019 Pemerintah Provinsi Bengkulu Fokus menyelesaikan infrastruktur.

Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Rabu (21/11/2018) mengatakan fokus anggaran di tahun 2019 menyelesaikan infrastruktur perkotaan.

“Jadi kita akan menyelesaikan infrastruktur perkotaan, kita akan memfinalisasi finising akhir untuk Balai Buntar, Masjid Baitul Izza dan taman budaya dengan satu perkantoran pusat yang berbasis web yang akan kita gabungkan, kemudian lapangan merdeka, Rumah kediaman Gubernur. Itu yang akan kita finalisasi secara menyeluruh,” kata Rohidin.

Dijelaskan Rohidin, selain itu pemerintah juga akan melakukan penataan Danau Dendam Tak Sudah karena sudah finalisasi dan tim sudah turun, persetujuan dalam waktu dekat akan didapatkan.

“Menurut saya Ini merupakan kado istimewa untuk Provinsi Bengkulu karena sudah lama memperjuangkan status itu. Kemaren sudah ada tim yang turun sudah ada perswtujuan tinggal penandatanganan oleh menteri dan itu akan kita bangun,” ucap Rohidin.

Ia menyatakan disamping telah me meting semua jalan Provinsi yang ada di Kabupaten atau Kota. Mungkin akan di Floting anggaran paling besar di tahun 2019.

Rohidin juga mengatakan pihaknya lebih mengutamakan menggerakkan infrastruktur yang dapat berdampak pada perkembangan ekonomi masyarakat.

“Kalau bantuan jalan ke Desa yang mampu diatasi dan dikerjakan oleh Kabupaten saya fikir kita lebih fokus yang dapat mengembangkan perekonomian masyarakat,” ujar Rohidin.

Sementara terkait Pembangunan rel kereta api Pulau Baai, Bengkulu – Muara Enim, Sumsel, Rohidin mengatakan sekarang tetap pada posisi penetapan trase selesai, sekarang di evaluasi untuk menentukan skim pembiayaan.

“Memang ada yang mengatakan beberapa siap untuk masuk karena itu tepat di bawah koordinasi Pelindo dan Trans Rentang Nusantara,”sampainya Rohidin.

Selain itu, Ia juga mengharapkan APBDP disahkan sebelum 31 Desember 2018 mendatang.

“Ya kalau bisa sebelum itu, kemaren Jalin Pembayaran Nasional (JPN) sudah dibuat dengan Bandan Musyawarah (Banmus) tinggal tahapan-tahapan pembahasan kita sudah menyerahkan dengan tim bank daerah,” demikian Rohidin.

Diketahui sebelumnya, Pembangunan rel kereta api Pulau Baai, Bengkulu – Muara Enim, Sumsel dicoret dari daftar pembangunan strategis nasional (PSN) 2018, namun Pemerintah Provinsi Bengkulu tetap berupaya melanjutkan pembangunan tersebut meskipun transenya harus dipotong dari Kecamatan Kota Padang Kabupaten Rejang Lebong ke Pulau Baii Bengkulu dengan panjang 168,2 kilometer. Dalam pembangunan rel kereta api tersebut disinyalir menghabiskan dana sebesar Rp11 triliun. [Ardiyanto]