PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Dalam rangkaian acara Filantropi Festival di JCC, Jakarta, yang digelar sejak Kamis kemarin (15/11/2018), Kota Bengkulu mendapatkan predikat sebagai Kota Sustainable Development Goals (SDGs) pertama di Indonesia.

Kota SDGs adalah kota yang berkomitmen untuk menerapkan 17 tujuan pembangunan berkelanjutan dalam praktek kehidupannya.

Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menyampaikan rasa syukurnya karena Bengkulu dipilih menjadi kota SDGs sehingga warganya mendapatkan kesempatan lebih untuk meningkatkan taraf hidupnya. Masyarakat Bengkulu siap untuk melaksanakan program-program demi mencapai tujuan-tujuan SDGs.

“Selama ini Pemerintah Kota telah melakukan berbagai program yang mendorong tercapainya tujuan-tujuan SDGs. Kami bersyukur kerjasama ini akan membantu warga Bengkulu memiliki kehidupan lebih baik dari sisi material maupun spiritual,” katanya.

Ia berharap Kelurahan Sumber Jaya yang menjadi lokasi awal program-program Kota SDGs akan berlanjut ke kelurahan yang lain di Kota Bengkulu sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah setempat.

Sementara itu, Co-Chair Filantropi Indonesia Erna Witoelar mengatakan pihaknya mendorong dan memfasilitasi kemitraan ini karena sejalan dengan prinsip integrasi dalam SDGs.

“Melalui kemitraan, persoalan perkotaan Bengkulu bisa diatasi secara bersama. Ini akan menjadi model kemitraan yang dapat dicontoh untuk program-program SDGs lainnya,” katanya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Anggota BAZNAS, Nana Mintarti, Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi dan Co-Chair Filantropi Indonesia, Erna Witoelar.

diketahui, Kota SDGs Bengkulu sendiri baru diluncurkan di Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu pada Rabu, (8/11) lalu, hasil kerjasama dari unsur pemerintah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), para Lembaga Amil Zakat (LAZ), Filantropi Indonesia, kampus dan lembaga swadaya masyarakat. [Deni Dwi Cahya/Advetorial]