Ilustrasi

PedomanBengkulu.Com, Rejang Lebong – Hanya lantaran tidak bisa menahan nafsu syahwatnya, WI (22), Warga Desa Kasie Kasubun Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT) akhirnya nekat ‘menyetubuhi’ Kuntum (12) nama samaran yang tidak lain adalah adik iparnya sendiri di kebun karet milik Pelaku, Sabtu (10/11) sekitar pukul 15.00 WIB.

Mujurnya, perbuatan busuk pria yang kesehariannya berprofesi sebagai petani ini gagal terlaksana lantaran kepergok oleh kerabat lainnya yang kebetulan datang ke lokasi.

Kapolres Rejang Lebong, AKBP Jeki Rahmat Mustika S.Ik melalui Kasat Reskrim, AKP. Jery Antonius Nainggolan, SIK, Rabu (14/11) mengatakan, saat kepergok, pelaku langsung kabur meninggalkan Korban di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Setelah ditolong oleh saksi mata, Korban yang masih berstatus pelajar ini langsung dibawa pulang. Setiba di rumahnya korban akhirnya menceritakan peristiwa yang dialaminya hingga akhirnya pihak keluarga resmi melapor ke Polsek PUT.

“Perkara ini sudah dilimpahkan ke unit PPA Kita oleh penyidik Polsek PUT untuk ditangani. Pelaku sudah kita amankan dan sedang menjalani pemeriksaan,” ujar Kasat.

Dijelaskan Kasat, dari hasil pemeriksaan sementara, motif pelaku nekat melakukan percobaan pemerkosaan terhadap korban murni disebabkan oleh nafsu syahwat pelaku yang tidak terkontrol.

“Atas ulahnya, WI akan kita jerat dengan pasal 76 E Jo pasal 82 ayat (1) UU Nomor 35 tahun tentang perubahan atas undang undang No.23 Tahun 2002 Tentang perlindungan anak,” kata Kasat.

Pasca mendapatkan laporan, sambung Kasat, petugas langsung mendatangi TKP, melakukan koordinasi dengan pekerja sosial untuk mendampingi korban, mengantarkan anak korban menjalani  VER serta mengambil keterangan Korban dan pelapor dan saksi mata yang melihat langsung kejadian tersebut.

“Kronologis peristiwa percobaan pemerkosaan ini bermula saat Korban dan Pelaku sedang berada di kebun karet milik pelaku. Tiba – tiba saja, pelaku mendekati Korban dan memaksa Korban untuk melakukan hubungan layaknya suami istri. Namun, disaat yang bersamaan, tiba tiba saja ada saksi mata yang tidak lain adalah kerabat korban datang ke lokasi, hingga perbuatan bejat pelaku gagal dilakukannya,” tegas Kasat. [Ifan Salianto]