PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu terus melakukan pendalaman terkait temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten  Bengkulu Tengah (Benteng) sebesar Rp9 Miliar di 2016 lalu.

Pasalnya, Tim Penyidik Kejati kembali melakukan pemeriksaan. Kali ini Kejati memeriksa tiga orang terkait temuan BPK tersebut. Tiga orang tersebut diantaranya, Mantan Ajudan Bupati Bengkulu Tengah Rahmad, Mantan Kabid Anggaran Bengkulu Tengah, Weldo dan Mantan Bendahara Bagian Umum Sekretariat Bengkulu Tengah, Bambang, Selasa (13/11/2018).

Kasi Penkum Kejati, Martin Luther, mengatakan pemanggilan tiga orang tersebut terkait temuan BPK di Kabupaten Bengkulu Tengah. Mereka dipanggil dan dimintai keterangan terkait temuan BPK tersebut.

“Pemanggilan tersebut untuk mempertegas pemanggilan sebelumnya. Untuk saat ini belum ada penambahan saksi saksi, apabila nanti dibutuhkan kita akan melakukan penambahan pemanggilan saksi yang lainnya,” ujar Martin Luther.

Sementara, Mantan Bendahara Bagian Umum Sekretariat Bengkulu Tengah, Bambang, mengatakan pemanggilan terhadap dirinya tersebut merupakan yang ketiga kalinya.

“Ya pemanggilan cuma sebagai saksi atas pencairan anggaran dan ini merupakan panggilan ke tiga saya,” sampainya Bambang sembari meninggalkan gedung Kejati.

Disinggung terkait kasus apa dirinya di panggi, Bambang tidak mau menjelaskan secara gamblang, hanya saja dirinya mengaku pencairan yang ia lakukan sudah sesuai prosedur dan tidak menyalahi aturan.

“Pencairannya udah pas tidak ada masalah,” ucap Bambang. [Ardiyanto]