PedomanBengkulu.com, Bengkulu – BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) mengadakan acara pembukaan Kegiatan Talkshow Bulan Keamanan Pangan, yang dilaksanakan di Atrium Bencoolen Mall Bengkulu.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Walikota, General Manager Bencoolen Mall Bengkulu, serta tamu undangan sekira 50 orang.

Kepala Balai POM Drs. Syafrudin T, Apt, M.SI yang diwakili oleh Rina Syukrina selaku Pelaksana harian Kepala Balai POM Bengkulu mengatakan bahwa, pentingnya meningkatkan pengetahuan dan informasi kepada masyarakat.

“Pentingnya pengetahuan dan informasi kepada masyarakat mengenai keamanan pangan. Dan terimakasih atas dukungannya dari Wakil Walikota Bengkulu,” ungkapnya, Rabu (21/11/2018).

Talk show Bulan Keamanan Pangan ini terdiri dari 3 macam kegiatan yaitu, lomba mewarnai tingkat  paud, lomba cipta kuliner tradisional dan talk show bulan keamanan pangan.

Dilanjutkan oleh Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi mengatakan bahwa ini sebuah acara yang sangat penting, akan tetapi belum akrab di tengah-tengah masyarakat. Yang kita ketahui bahwa, kemajuan zaman banyak pihak ataupun khususnya penjual makanan baik itu siap saji atau dalam bentuk lainnya, melakukan modifikasi.

“Ada yang melakukan modifikasi-modifikasi dan itu tidak aman secara kesehatan, oleh karena itu BPOM telah menetapkan hari pangan aman, yang intinya adalah menumbuhkan kesadaran kepada kita semua tentang bagaimana kita mengkonsumsi pangan yang aman,” ujarnya.

Menurut Dedy yang paling rawan, salah satu nya jajanan dikantin sekolah. Pentingnya konsumsi makanan yang aman. Dan pemerintah kota, sedang menggalak salah satu nya sayur organik, diduga menggunakan pestisida, jika dikomsumsi dalam jangka panjang menjadi timbunan yang menyebabkan berbagai penyakit.

“Oleh karena itu, Pemkot sangat menyambut baik, akan lebih bagus ini bukan hanya seremonial, kita perlu aksi nyata. Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.” tandasnya.

Harapan dari diadakannya kegiatan talkshow dengan tema tersebut di atas adalah agar masyarakat di Provinsi Bengkulu cerdas dalam memilih pangan yang aman, tidak hanya bagi diri sendiri, namun juga keluarga dan lingkungan sekitar. [Mey Borjun]