Dewi Aprida, SE, M.Si

Kelompok budidaya ikan (Pokdakan) Desa Riak Siabun Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu, mendapat pelatihan dan pendidikan kilat membuat abon lokan dari tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Ratu Samban (UNRAS) Bengkulu Utara yang dikomandoi oleh Dewi Aprida, SE, M.Si dengan anggotanya Dra. Linda Astuti, M.Si, dan Susi Handayani, SP, M.Si bekerjasama dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Menurut Ketua tim PKM Unras, Dewi Aprida, pihaknya ingin membantu Pokdakan Desa Riak Siabun untuk meningkatkan nilai jual terhadap lokan, karena berdasarkan penelitiannya lokan mentah ketika dijual hanya dihargai Rp8000 per kilogram.

“Berdasarkan penelitian kami, Pokdakan Desa Riak Siabun menjual lokan mentah dengan harga yang tergolong murah, jadi untuk membantu meningkatkan nilai tambah terhadap produksinya tersebut kami berikan solusi untuk mengolah lokan mentah menjadi abon,” ujar Dewi kepada pedomanbengkulu.com, Senin(19/11).

Pada kegiatan PKM ini dilakukan pelatihan dan pendampingan untuk mengembangkan produksi lokan menjadi produk pangan yang sehat, bergizi, higienis, aman dikonsumsi, bercita rasa tinggi dan dapat diterima oleh pasar sehingga meningkatkan nilai ekonomi produk.

Dewi menyampaikan, selain memberikan pelatihan dan diklat mulai dari tahap pengambilan lokan didalam kolam, proses memasak hingga pengemasan, pihaknya juga melakukan diklat proses pemasaran dan penyebarluasan produk.

“Agar hasil produksi tidak hanya diketahui oleh warga sekitar, kami juga melakukan pelatihan dan diklat dalam proses pemasaran supaya abon lokan ini dikenal oleh masyarakat luas,” katanya.

Data terhimpun, produksi abon lokan Pokdakan Desa Riak Siabun dijual dengan harga Rp20 ribu untuk kemasan 100 gram dan Rp30 ribu untuk kemasan 150 gram.

Abon Lokan

Untuk diketahui, PKM merupakan perwujudan pengabdian dosen kepada masyarakat dalam ikatan mitra yang merupakan salah satu tugas Tri Dharma dosen, hasilnya tidak dijadikan sebagai Rest In Paper (RIP), tetapi dijadikan sebagai sebuah produk yang dapat dinikmati oleh masyarakat.

“Semoga kedepannya, abon lokan produksi Pokdakan Desa Riak Siabun ini mampu menembus market yang lebih luas, dan tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada DRPM Kemenristekdikti yang telah mendanai skim Program Kemitraan Masyarakat (PKM),” pungkas Dewi.[NBI/Advertorial]