Warga perbaiki jalan rusak berlumpur di Desa Simpang, Seluma.

Pedomanbengkulu.com, Seluma- Akses jalan menuju Desa Simpang Kecamatan Seluma Utara Kabupaten Seluma sudah sangat menghawatirkan.

Kepala Desa Simpang, Aldi Jaya mengatakan, satu akses jembatan menuju desa tersebut sudah tidak bisa dilintasi, sehingga harus menyeberangi sungai.

“Seluruh akses jalan terputus, ada jalan tapi sekedar bisa lewat saja,” kata Aldi kepada wartawan, Senin (26/11/2018).

Ada dua akses jalan menuju Desa Simpang, yaitu dari Kelurahan Selebar Kecamatan Seluma Timur sepanjang 3,8 KM. Jalan dari Desa Selinsingan Kecamatan Seluma Utara sepanjang 2,8 KM yang kondisi jalan sudah hancur.

“Kondisi jalan itu, tanah berlumpur. Pernah dibangun Lapen tahun 2012 lalu,” ujar Aldi menjelaskan.

Menurutnya, setiap tahun pembangunan jalan menuju desa itu terus diusulkan. Namun tidak pernah terrealisasi. Bahkan, pernah ada perencaan pada tahun 2016, namun gagal karena ada pemangkasan anggaran.

“Kami berharap agar dibangun aspal. Paling tidak, bagaimana caranya, agar tanjakan diratakan. Itu yang membuat kami kesulitan jika musim hujan,” keluhnya.

Saat ini, masyarakat dengan jumlah sebanyak 167 Kepala Keluarga dengan 754 jiwa terpaksa menggunakan jalan dua arah. Karena akses jalan penuh tanjakan yang curam dengan kondisi tanah lumpur.

Untuk menjual hasil pertanian, masyarakat keluar dari Desa Selinsingan. Sedangkan untuk masuk ke Desa, masyarakat harus melewati jalan dari Kelurahan Selebar.

“Jalan dari Kelurahan Selebar itu pernah dibangun tahun 1986. Sampai saat ini belum pernah dibangun lagi,” sambungnya.

Dari jumlah penduduk 754 jiwa, 550 diantaranya sudah wajib memilih dalam Pilkada 2019 mendatang. Masyarakat berharap, agar ada kepedulian pemerintah untuk membuka akses jalan menuju desa itu. [Sepriandi]