Cuaca terik siang hari tak menyuruti langkah jamaah Masjid Akbar At-Taqwa untuk mendatangi Ruang Tahanan Mapolres Bengkulu. Dalam semangat dakwah, jamaah disambut hangat oleh para personil Mapolres Bengkulu serta para tahanan yang dikumpulkan dalam satu ruangan tanpa atap.

Rudi Nurdiansyah, KOTA BENGKULU

Kalimat tauhid laa ilaaha illallah berkali-kali menggema dalam ruang tahanan Mapolres Bengkulu, Selasa (27/11/2018). Ustaz Sofyan yang memberikan ceramah di hadapan 30 tahanan Mapolres Bengkulu terus menerus mengungkapkan tentang kebesaran Allah subhanahu wa ta’ala.

Disampaikan Ustaz Sofyan bahwa kemuliaan hidup manusia tidak terletak pada dimana ia tinggal, dimana jasadnya berada, seberapa kecil tempat tubuhnya terkurung, melainkan terletak pada ketaatan manusia kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

“Di luar tahanan ini, banyak orang bebas, cukup harta, cukup makan, tidur di kasur yang empuk, bisa bertemu siapa saja, tapi hidup menuju neraka karena tidak beriman, karena tidak ada Allah dalam hatinya,” kata Ustaz Sofyan kepada para tahanan.

Ustaz Sofyan menceritakan bagaimana kisah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang pernah dikurung dalam kobaran api raksasa selama 40 hari 40 malam oleh Raja Namrud. Bukannya merasa tersiksa, Nabi Ibrahim ‘alaihis salam justru merasa bahagia dan gembira.

“Inilah kekuatan iman. Api tak mampu membakar Nabi Ibrahim. Allah membuat api itu terasa sejuk. Allah kirimkan makanan dari surga. Hal inilah yang bisa kita dapatkan ketika hati kita terpaut kepada Allah. Allah akan memberikan ketenangan dalam hati kita. Ruang sel yang sempit ini insyaAllah akan terasa luas ketika kita hidupkan amalan agama dan senantiasa berzikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala,” ujar Ustaz Sofyan.

Ustaz Sofyan juga menyampaikan kisah Bilal bin Rabah radhiallahu ‘anhu yang disiksa oleh majikannya dengan cambuk dan dihimpit oleh batu yang besar namun sedikitpun tak menggoyahkan iman sang muazin Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam tersebut.

“Justru ketika Bilal ditanya, kapankah masa paling bahagia dalam hidupnya? Bilal menjawab saat ia disiksa secara brutal oleh majikannya demi mempertahankan kalimat tauhid laa ilaaha illallah. Bilal bukan orang kaya, bahkan Bilal tadinya hanya seorang budak. Namun karena Bilal yakin pada Allah, yakin bahwa yang dapat membahagiakan dan yang dapat memuliakan manusia hanya Allah, meski Bilal masih hidup di dunia, namun sandalnya sudah terdengar di surga,” ungkap Ustaz Sofyan.

Ustaz Sofyan juga mengajak para tahanan untuk senantiasa meminta ampun kepada Allah dengan banyak-banyak berzikir. Ceramah ia akhiri dengan ajakan kepada para tahanan untuk mengerjakan salat lima waktu di masjid ketika keluar atau bebas dari persoalan hukum yang menimpa.

Usai ceramah, para tahanan melaksanakan doa bersama yang dipandu oleh Ustaz Sulaeman berharap Allah mengampunkan dari dosa-dosa, dicegah untuk berbuat dosa, ditolong untuk menutupi aib, diberikan kemampuan untuk menjalankan perintah-perintah Allah dan hidup selamat, baik di dunia yang sementara, maupun di akhirat yang selama-lamanya.

Silaturahmi antara jamaah Masjid At-Taqwa ini diakhiri dengan saling bersalaman, saling melempar senyum dan saling mendoakan dalam kesabaran dan kebenaran. [**]