PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Perut punai dan anak tat merupakan makanan khas Bengkulu yang tidak asing lagi untuk di dengar. Akan tetapi bagaimana dengan kerupuk Tuiri? Suatu produk kreatif, inovatif yang bahan utama pembuatannya dari Tulang Ikan Tenggiri. Tulang ikan tenggiri yang sebelumnya hanya dibuang begitu saja, bahkan menjadi limbah di lingkungan sekitar, dan sekarang diolah menjadi suatu produk Kreatif, yang di sebut Kerupuk Tuiri (Tulang Ikan Tenggiri).

Kota Bengkulu merupakan daerah pesisir yang berbatasan langsung dengan Samudra pasifik, dimana sebagian besar masyarakat bermata pencarian sebagai nelayan. Dan Bengkulu berbatasan dengan lampung dan padang sebagai salah satu pemasok ikan tenggiri di sentra bagian selatan. Seperti kita ketahui ikan laut yang satu ini dapat diolah menjadi berbagai macam makanan seperti pempek, bakso, sosis, nugget, otak-otak dan lainnya, hal ini menyebabkan permintaan ikan daging tenggiri semakin meningkat dari waktu ke waktu. Yang menjadi permasalahan, dalam pengolahan ikan tenggiri ini masyarakatnya menggunakan daging, kulit dan kepala nya saja untuk diolah. Akibatnya tulang ikan tenggiri hanya menjadi limbah yang tidak terberdayakan.

Ikan tenggiri dapat diolah menjadi berbagai macam olahan makanan, dan akan menghasilkan limbah tulang ikan tenggiri. Limbah tulang ikan tenggiri yang tak termanfaatkan sama sekali ini kemudian dibuang begitu saja, Padahal di dalam tulang ikan tenggiri terdapat banyak gizi dan kegunaan untuk tubuh, seperti vitamin D, Zat besi, dan sebagainya. Dari hal tersebut, Muhammad Rofiq Akbar selaku owner, berinovasi untuk mengolah limbah tulang ikan tenggiri, untuk dapat dimanfaatkan dan tidak terbuang sia-sia.

“Inovasi yang kami lakukan yaitu, mengolah limbah tulang ikan tenggiri, menjadi kerupuk yang bergizi dan mempunyai nilai jual yang tinggi. Kami menyebutnya dengan sebutan Kerupuk TUIRI (Tulang Ikan Tenggiri) dengan slogan “Dari inovasi untuk kenikmatan yang hakiki”. Karena kerupuk merupakan makanan yang bisa dikonsumsi hampir semua kalangan dan dapat dikonsumsi setiap saat, baik untuk cemilan, teman makan, juga teman ngopi,” ungkapnya.

Maka dari itu, Kerupuk TUIRI dari pemanfaatan limbah tulang ikan tenggiri, mempunyai nilai jual yang tinggi, prospek yang bagus dan layak untuk dikembangkan dalam skala industri besar.

“Berawal dari banyak nya permintaan daging ikan tenggiri di Bengkulu, yang di olah menjadi berbagai macam olahan makanan, seperti Bakso, Pempek, Tekwan, Otak-otak dll. Menyebabkan, begitu banyak juga Tulang ikan tenggiri yang dihasilkan dan tidak dimanfaatkan sama sekali. Dari sana, Kerupuk TUIRI hadir, untuk mengatasi Melimpahnya tulang ikan tenggiri yang tak termanfaatkan tersebut, agar mempunyai nilai jual yang tinggi. Dengan Kandungan Kalsium yang tinggi dan Cita rasa nya yang khas, membuat Kerupuk TUIRI disukai dan diminati banyak orang,” tandasnya.

Dimana dengan banyaknya varian rasa seperti Original, Balado, Jagung manis, dan Jagung bakar pedas yang dapat menarik peminat yang memiliki ragam selera. Selain kerupuk tuiri ini enak dan bergizi, harga kerupuk tuiri ini juga terjangkau, jadi semua orang bisa menikmati olahan yang di produksi di Jl DP Negara/Gg DP Negara III RT29 RW01 Kel. Sukarami Kec. Selebar Kota Bengkulu. [Mey Borjun]