PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Dalam rangka upaya menyukseskan Pemilihan Legislatif, dan Pemilihan Presiden tahun 2019 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu menggandeng Kejaksaan Negeri Bengkulu untuk melakukan pendampingan.

Ketua KPU Kota Bengkulu Zaini mengatakan, kedatangannya ke kantor Kejaksaan Negeri Kota Bengkulu, Jumat (9/11/2018) merupakan silaturahmi sekaligus untuk melanjutkan Mou kerjasama yang sudah terjalin dengan harapan pendampingan dalam proses Pemilihan Legislatif, Pemilihan Presiden yang akan datang.

“Kita merasakan dukungan dan pendampingan selama ini TP4D dalam rangka pelaksanaan Pemilihan Walikota kemaren kita sukses melaksanakan dengan baik. Harapan kita Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden minta didampingi agar juga berjalan dengan baik dan tidak ada kejadian kejadian yang tidak kita inginkan,” ungkap Zaini.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu, Emilwan Ridwan, mengatakan dalam silaturahmi antara pihak KPU dan Kejaksaan Negeri ada pembahasan beberapa hal, yakni memperkuat kerjasama yang sudah ada sebelumnya dalam bentuk TP4D yang sudah berjalan dengan baik.

“Tentunya kita akan tetap melanjutkan kerjasama itu yang dilaksanakan pihak KPU dan Kejaksaan. Kemudian kita juga mencoba membangun hubungan kerjasama dalam bentuk Mou ataupun kesepakatan bersama tentunya ini dalam konteks pendampingan pemberian pertimbangan hukum,” ujar Emilwan.

Dikatakan Emilwan, tentunya apalagi KPU menghadapi begitu kommpleks permasalahan karena akan memiliki agenda besar yaitu Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden yang dijumlahkan ada lima agenda besar dan tentunya itu akan menimbulkan friksia permasalahan, dan kewajiban Kejaksaan bidang Datun menggunakan sarana tersebut memberikan pelayanan dan pertimbangan hukum.

“Diharapkan segala proses sengketa atau permasalahan dapat kita selesaikan. Jadi TP4D dan Datun nanti jalan bersama, biasanya muncul apabila ada sengketa maka kita selaku jaksa pengacara negara melakukan pendampingan. Untuk harapan kita jelas baik Pemilihan Legislatif maupun Pemilihan Presiden tidak adanya hambatan misalnya seperti sengketa dan hal hal yang tidak kita harapkan dalam rangka pesta demokrasi yang akan dilaksanakan pada tahun 2019 mendatang,” kata Emilwan. [Ardiyanto]