PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Kantor Wilayah Kementerian Agama
(Kemenag) Provinsi Bengkulu melakukan studi banding layanan publik melalui Pelayanan Tepadu Satu Pintu (PTSP) ke Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Kamis (29/11).

Kasubag Humas, Data dan Informasi Kemenag Provinsi Bengkulu, Rolly Gunawan, mengatakan bahwa kegiatan studi banding ini juga dihadiri oleh seluruh Kanwil Kemenag se-Indonesia dan disambut langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta, H Saiful Mujab MA.

“Studi banding ini dihadiri oleh Kanwil Kemenag se-Indonesia melalui Kepala Bagian Tata Usaha dan Kasubbag dalam rangka untuk mengadopsi dan melihat tata cara sistem dan mekanisme pelayanan satu pintu yang menjadi terobosan dan inovasi agar mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ungkap Rolly, Kamis (29/11).

Rolly Gunawan juga menyampaikan, dalam sambutannya Kepala Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta pada kegiatan ini, mengatakan bahwa saat ini ada 10 layanan yang telah dijalankan oleh PTSP Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta.

“Di PTSP Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta saat ini ada 10 layanan yang telah dijalankan, meliputi Izin belajar S1, Kenaikan pangkat reguler, Rekomendasi RPTKA, Permohonan petugas rohaniawan, Surat masuk, Layanan surat keterangan pengganti Ijazah, Rekomendasi izin penyelenggara ibadah haji khusus, Rekomendasi izin penyelenggara perjalanan ibadah umroh, informasi verifikasi arah kiblat dan Izin pendirian Amil Zakat. Akan tetapi kami akan berkomitmen walau terbatas dengan 10 layanan, kami akan maksimal dalam melayani masyarakat dengan pelayanan terbaik dalam rangka mewujudkan misi yg ke 5 yaitu mewujudkan tata kelola pemerintahan yg baik dan berwibawa,” sampainya.

Untuk PTSP Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Bengkulu sendiri telah diresmikan oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin pada Jum’at (28/9) lalu, kini telah resmi beroperasi dan ada 28 layanan yang bisa dilakukan di PTSP ini.

Berikut 28 layanan yang bisa didapatkan masyarakat di Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu:

1. Layanan informasi estimasi haji
2. Layanan permohonan sewa asrama haji
3. Layanan izin pendirian KBIH
4. Layanan izin pendirian PPIU
5. Layanan legalisir ijazah madrasah
6. Layanan surat keterangan pengganti ijazah madrasah hilang/rusak
7. Layanan permohonan akreditasi madrasah
8. Layanan permohonan penelitian pada madrasah
9. Layanan permohonan rohaniawan dan pembaca doa agama islam
10. Layanan konsultasi BP4
11. Layanan legalisir buku nikah
12. Permohonan jadwal sholat/imsakiyah
13. Permohonan sertifikasi/pengukuran arah kiblat
14. Layanan izin pendirian lembaga amil zakat (LAZ)
15. Layanan konsultasi mualaf
16. Layanan konsultasi zakat dan wakaf
17. Layanan izin belajar santri ke luar negeri
18. Layanan penerbitan rekomendasi bantuan bidang PAKIS
19. Layanan izin penelitian pada pondok pesantren
20. Layanan permohonan rohaniawan kristen
21. Layanan prosedur penerbitan rekomendasi paspor pendidikan dan keagamaan kristen
22. Layanan permohonan rohaniawan katolik
23. Layanan rekomendasi kegiatan keagamaan katolik
24. Layanan permohonan rohaniawan hindu
25. Layanan pendirian rumah ibadah hindu
26. Layanan permohonan rohaniawan budha
27. Pelayanan tanda daftar rumah ibadah budha
28. Layanan informasi dan dokumentasi (PPID)

Lebih lanjut, Rolly Gunawan menyampaikan program PTSP ini dimaksudkan untuk mengintegrasikan teknologi dan informasi dimana semua pelayanan akan dilakukan secara terbuka dan dilayani dalam satu ruang. Pada Intinya pelayanan PTSP adalah pelayanan yang Akuntable, Transparan dan Terukur. Hal ini merupakan salah satu harapan dari Menag dimana seluruh Kanwil dapat menerapkan PTSP sebagai salah satu pelayanan kepada publik yang lebih dekat melayani umat

“PTSP hakekatnya adalah upaya bagaimana agar masyarakat dan seluruh umat beragama memiliki akses kemudahan juga kecepatan dalam mendapatkan informasi yang diperlukan begitu juga terkait pelayanan perizinan,” ujarnya.

Untuk diketahui, saat ini ada 19 PTSP yang sudah diresmikan oleh menteri agama dan di 15 Provinsi lagi belum diresmikan yang ditargetkan akan rampung pada akhir tahun ini. [Nurhas Bunaida]