Ceramah Ustaz Saeed di Masjid Akbar At-Taqwa Kelurahan Anggut Atas, Minggu (28/10/2018).

Inisiator Gerakan Makmurkan Satu Juta Masjid di Indonesia (Gemasajid), Ustaz Saeed Kamyabi, berkeliling ke sejumlah masjid di Kota Bengkulu beberapa waktu yang lalu untuk memberikan ceramah khususnya mengenai upaya untuk memakmurkan masjid dengan amalan agama terutama salat. Menurutnya, memakmurkan masjid dengan salat adalah kunci untuk menciptakan Bengkulu yang aman dan sejahtera.

Ustaz Saeed menjelaskan, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam naik ke langit untuk menerima perintah salat, tidak dengan perintah yang lain. Menurutnya, ini merupakan bukti betapa Allah Subhanahu wa Ta’ala begitu memprioritaskan perintah salat tersebut.

“Hari ini, ketika kita mendengar ada yang bisa buat bola lampu yang mampu menerangi satu RT, satu RW, atau bahkan satu kelurahan, kita sudah kagum luar biasa. Allah mampu ciptakan matahari yang menerangi seluruh dunia tapi kita tidak pernah memuzakarahkannya. Ada yang keliru dengan kehidupan kita saat ini,” kata Ustaz Saeed mengawali paparannya.

Ustaz Saeed memaparkan, keamanan dan kesejahteraan suatu kaum di daerah tersebut berada dalam genggaman Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Allah telah memberikan kendaraan, eskalator, lift, bahkan roket bagi manusia untuk menjemput keamanan dan kesejahteraan tersebut dengan salat.

“Coba kita muzakarahkan hujan. Tahun 2012, hujan buatan tarifnya bisa mencapai Rp113 juta untuk sekali terbang. Padahal salat bisa turunkan hujan. Pernah Madinah dilanda kekeringan. Orang badui datang ke Rasul. Nabi salat istisqa’. Nabi belum angkat tangan hujan sudah turun membasahi Nabi dan para sahabat. Seminggu hujan datang terus menerus sampai banjir. Orang badui datang lagi. Nabi salat lagi hujan berhenti. Ini baru satu perkara,” ungkapnya.

Ustaz Saeed mengungkapkan, dalam Surat Quraisy Allah telah memberikan perintah dengan jelas untuk memakmurkan masjid agar turun keberkahan dalam bentuk keamanan dan kesejahteraan.

“Sembahlah Allah yang punya rumah. Makmurkan rumahnya. Dia yang beri makan menghilangkan lapar. Dialah memberikan keamanan. Sejahtera tapi tidak aman, khawatir terus. Nggak bisa tidur. Atau aman tapi tidak ada makanan. Itu juga tidak bisa tidur. Jadi dua-duanya harus ada. Kesejahteraan dan keamanan. Jalannya makmurkan rumah Allah. Diumumkan lewat amal masjid. Lewat salat,” terang Ustaz Saeed.

Ustaz Saeed melanjutkan, pada Al-Qur’an Surat Al-Dzariyat ayat 23 Allah telah mengumumkan secara jelas bahwa rezeki ditaruh di langit. Menurutnya, apa yang membuat banyak negara memiliki utang yang besar saat ini adalah karena ketiadaan amalan salat di negaranya.

“Di langit rezeki kamu. Yang membuat manusia sekarang letih, barang itu ditaruh di langit, tapi dicari di bumi. Amerika Serikat nampaknya saja makmur tapi utangnya banyak. Rusia nampaknya saja maju tapi utangnya juga besar. Tapi Turki, ketika Erdogan berkuasa dia perintahkan seluruh rakyatnya memakmurkan masjid. Dulu Turki banyak utang, tapi sekarang pertumbuhan ekonominya pesat, terbaik di Eropa,” jelas Ustaz Saeed.

Untuk itu, Ustaz Saeed menambahkan, bila Bengkulu ingin aman dan sejahtera, maka seluruh warga masyarakatnya harus mengamalkan ibadah terutama salat. Ustaz Saeed merasa prihatin ketika mengetahui fakta di Bengkulu bahwasanya jumlah umat yang datang ke masjid jauh lebih sedikit ketimbang yang tidak datang.

“Pernah sahabat datang kepada Nabi mengeluhkan masalah ekonominya. Nabi tidak memberikannya kambing untuk berternak atau modal untuk berusaha. Nabi perintahkan dia dan kelurganya untuk salat. Mungkin dia sudah salat, tapi ada keluarganya yang tidak salat. Intinya Nabi meminta agar keluarganya dapat ikut serta memakmurkan masjid sebagai solusi atas masalah ekonominya,” terang Ustaz Saeed.

Lantas bagaimana caranya memakmurkan masjid? Dalam ceramah usai salat subuh di Masjid Al-Furqan Kelurahan Kebun Dahri, Senin (29/10/2018), Ustaz Saeed menjelaskan tekniknya ada pada empat amalan Masjid Nabawi, masjid yang didirikan Nabi Muhammad pada zaman hijrah.

Empat amalan tersebut yang pertama adalah amalan dakwah. Amalan dakwah ini, Ustaz Saeed menerangkan, merupakan upaya untuk mengajak seluruh laki-laki dewasa di sekitar masjid untuk ikut serta memakmurkan masjid dan mengisinya dengan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Amalan kedua, lanjutnya, yakni amalan taklim wa taklum atau belajar dan mengajar. Amalan ini, bebernya, merupakan amalan yang menjadikan masjid sebagai pusat pendidikan agama bagi umat yang ada di sekitar masjid.

“Dengan masjid menjadi pusat pendidikan, maka akan lahir dai-dai besar yang membawa agama ke seluruh alam. Laki-laki ikut secara rutin di masjid. Pulang ke rumah mengajarkannya kepada istri. Lalu istri mengajarkannya kepada anak,” ungkap Ustaz Saeed.

Ketiga, amalan zikir dan ibadah. Amalan ini, tegas Ustaz Saeed, mesti dihidupkan di masjid selama 24 jam. Ia merasa prihatin ada masjid yang ditutup dan hanya dibuka pada waktu-waktu tertentu saja.

“SPBU aja bisa buka 24 jam, apotik aja bisa buka 24 jam, mall saja bisa buka 24 jam, masjid kok tidak buka 24 jam. Ada yang keliru dengan kita kalau masjid tidak hidup selama 24 jam sehari,” tandasnya.

Yang keempat dan yang terakhir, Ustaz Saeed menambahkan, yakni amalan hikmat atau pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, masjid mesti memiliki fungsi pelayanan terhadap semua masalah di dunia, baik masalah ekonomi seperti kelaparan dan pengangguran, maupun masalah agama.

“Kita harus punya data lengkap mengenai jamaah kita. Siapa yang menduda, siapa yang menjanda, semua harus tercatat dan masjid harus mampu memberikan solusi,” demikian Ustaz Saeed. [Rudi Nurdiansyah]