PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang merupakan perguruan tinggi negeri di Surabaya melakukan Explore keliling Indonesia menggunakan kendaraan mobil.

Uniknya dalam Explor tersebut mobil yang digunakan bukanlah mobil yang biasa di kenal kalangan masyarakan melainkan menggunakan mobil listrik.

Dalam Explor yang dilakukan para mahasiswa meluangkan waktu dan singgah di Kantor Gubernur Bengkulu. Kedatangan mereka tersebut disambut langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Tampak Plt, Gubernur terlihat antusias menyambut kedatangan para anak Indonesia yang memiliki bakat yang sangat luar biasa tersebut.

“Kita patut bangga dengan karya anak Indonesia yang sangat luar biasa,” ucap Rohidin ketika melepas Explor ITS di Kantor Gubernur, Rabu (21/11/2018).

Sementara, Mahasiswa ITS Surabaya, Agus Muklisin, mengatakan untuk rute yang ditempuh adalah keliling Indonesia. Pihaknya sudah melakukan Explor ke Jawa yang kemudian melanjutkan ke Sumatera.

“Untuk rute kita keliling Indonesia. Kita sudah Explor ke Jawa, kemudian Explor Sumatera. Nanti di Sumatera itu finis di nol kilometer, sudah itu nanti kita lanjut ke Kalimantan, lanjut ke Papua, lanjut ke Bali, lanjut ke Lombok dan baru ke Surabaya. Kurang lebih jarak yang ditempuh sepanjang 15 ribu kilo meter dan di targetkan dapat di tempuh selama 100 hari,” kata Agus.

Dikatakan Agus, mobil listrik hasil Produksi ITS yang bekerjasama dengan Budi Luhur tersebut menargetkan setelah melakukan uji coba untuk mengintegrasikan karya tersebut agar menjadi mobil internasional.

“Mobil ini di produksi oleh ITS yang bejerjasama dengan Budi Luhur. Targetnya setelah melakukan uji coba, berati sistem kita memiliki deribiliti yang baik, pasti nanti untuk mitra-mitra Industri akan tertarik sehingga kita akan mencoba untuk mengintegrasikan. Pasti di Indonesia punya pabrikan pabrikan mobil existing memproduksi komponen-komponen pendukung, dari mobil ini nanti kita integrasikan kita satukan coba kita buat mobil nternasional,” ucap Agus.

Mobil listrik tersebut dapat menempuh jarak 5 kilo meter dengan satu KWH dan satu KWH berkisaran 1500.

“Mobil listrik ini dapat menempuh jarak 5 kilo meter dengan satu KWH artinya satu KWH berkisaran 1500 dengan bensin 7500. Mobil konfensional itu paling banter 15 kilo meter nih, jadi 7500 di bagi 1500 kan dapat lima KWH jadi mobil ini bisa 25 kilo meter artinya jauh 50 persen,” ungkap Agus.

Sambung Agus, dalam pengisian baterai mobil listrik tersebut layaknya seperti mengecas Hanphone, tinggal di colokkan ke listrik.

Mobil tersebut menggunakan baterai, untuk Mobil jenis Kaswari 40 KWH, bisa sampai 50 kilo meter, sedangkan Mobil jenis Blade 90 KWH mampu sampai 350 kilo itu semua dalam kondisi baterai full.

“Kita fokus di komponen utama seperti infaternya, motor listriknya, serta manajemen sistemnya. Jadi anggarannya belum bisa di bandingkan dengan konfonsional, kurang lebih satu kendaraan yan 1 miliyar. Sementara, misi kita Explor Indonesia menguji komponen anak bangsa sendiri dengan berkeliling Indonesia dan Zero Mission. Jadi kita keliling Indonesia tidak mencemari lingkungan kita. Untuk PLN sediri merupakan suport kami karena rayon PLN sudah di seluruh Indonesia sehingga kesediaan listrik kami bisa di penuhi,” demikian Agus.

ITS adalah perguruan tinggi negeri yang terletak di Surabaya. Awalnya ITS didirikan oleh Yayasan Perguruan Tinggi Teknik (YPTT) yang diketuai oleh dr. Angka Nitisastro pada tanggal 10 November 1957. [Ardiyanto]