Warga Bengkulu pantas berbahagia memiliki dua pemimpin yang mengajak orang untuk kembali ke jalan Allah subhanahu wa ta’ala dan mengamalkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka adalah Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Rohidin Mersyah dan Walikota Bengkulu Helmi Hasan.

Yang disebut pertama mengundang Ustaz Abdul Somad untuk memberikan siraman rohani dengan tablig akbar dalam rangka Hari Ulang Tahun Provinsi Bengkulu ke 50. Yang disebut kedua menggelar peringatan Hari Pahlawan dengan Gerakan Tolak Bala “Doa 10 Juta Umat untuk Negeri”. Keduanya digelar dalam waktu yang berdekatan bulan November 2018 ini.

Kita bersyukur karena sejarah telah membuktikan bahwa sebuah negeri yang taat kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan mengamalkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah negeri yang bahagia, tidak ada kemaksiatan dan kemungkaran di dalamnya.

Tak hanya bahagia, negeri yang taat kepada Allah dan mengamalkan sunnah Rasulullah juga akan menjadi sebuah negeri yang makmur. Diantara kita mungkin sudah pernah mendengar bagaimana pada masa Umar bin Abdul Aziz yang memimpin seluruh negera Islam pada sekira 716 Masehi kesulitan menemukan orang-orang fakir dan miskin yang berhak untuk menerima zakat dan sedekah karena kemakmuran rakyatnya.

Atau bila kita kembali jauh ke belakang, kita bisa memperbandingkan kekuasaan Namrud dan Fir’aun yang akhirnya dihinakan oleh Allah dan kekuasaan Nabi Sulaiman yang dimuliakan oleh Allah. Kita masih hidup di langit yang sama, matahari yang sama, bulan dan bintang yang sama, tak mungkin kita tak mampu mewujudkannya.

Untuk itulah upaya kedua pemimpin tersebut mesti disambut dengan kerja-kerja yang lebih serius, yakni bagaimana warga masyarakat Bengkulu yang mayoritas beragama Islam dapat diajak untuk memakmurkan masjid dan melaksanakan amalan agama secara sempurna sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabat.

Sebab, upaya memakmurkan masjid ini tentu tidak akan pernah berhasil bila hanya diletakkan di pundak Plt Gubernur, Walikota, para alim ulama dan para da’i-da’iyah semata. Upaya ini harus menjadi kerja bersama. Orangtua, anak muda, perempuan, laki-laki, politisi, pekerja, TNI/Polri, ekonom, tenaga pengajar, tenaga medis, petani, nelayan, birokrat, akademisi, singkatnya kerja seluruh makhluk yang berakal.

Kerja ini insya Allah tak akan sulit. Sebab, sebagaimana disampaikan oleh Ustaz Abdul Somad, kain batik besurek sebagai batik khas Bengkulu yang bertuliskan huruf-huruf kaligrafi Arab merupakan bukti bahwa masyarakat Bengkulu adalah masyarakat yang religius, cinta kepada Tuhan dan senang akan sunnah-sunnah Rasulullah.

Pada 1 Juli 1989 di Mukomuko, mantan Presiden Soeharto pernah memberikan pesan khusus ketika menandatangani pembangunan Masjid Akbar At-Taqwa Kelurahan Anggut Atas agar warga masyarakat Bengkulu memakmurkan masjid untuk aktifitas kemasyarakatan dan pembangunan, dikelola secara sungguh-sungguh bukan hanya dengan kegiatan ritual, melainkan juga dengan pembinaan jamaah.

Soeharto juga mengungkapkan alasannya untuk memberikan nama Masjid Akbar dengan At-Taqwa dengan harapan agar warga Bengkulu menjadi manusia yang bertakwa sebagaimana aspirasi yang disampaikan masyarakat kepada Soeprapto, mantan Gubernur yang memiliki segudang prestasi.

Ustaz Saeed Kamyabi, inisiator Gerakan Memakmurkan Satu Juta Masjid di Indonesia (Gemasajid) mengatakan bahwa pesan Soeharto tersebut harus dipahami sebagai ajakan untuk menjadikan masjid sebagai pusat pelayanan umat, bukan sekedar tempat salat. Pelayanan untuk umat dari lahir sampai mati. Persis yang dilakukan oleh para jamaah tablig, atau jamaah zikir, atau jamaah dakwah.

Setiap orang beriman pasti berani bersumpah di atas Al-Qur’an bahwa setiap warga masyarakat yang takut akan Allah subhanahu wa ta’ala dan mengamalkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak akan menjadi rakyat yang suka berbuat zalim atau tidak adil, tidak akan melahirkan pemimpin yang korup, tidak akan memproduksi para pelaku kriminal atau perbuatan-perbuatan berbau kemaksiatan lainnya.

Dan siapakah yang tidak berbahagia hidup dalam alam masyarakat yang bahagia dan religius dimana di dalamnya tidak ada ayah kandung yang memperkosa anaknya, tidak ada birokrat yang tidak jujur dan tidak ada penindasan manusia atas manusia?

Ajakan Plt Gubernur dan Walikota kembali ke jalan Allah subhanahu wa ta’ala dan mengamalkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah ajakan mulia. Semoga Allah tolong agar setiap manusia jujur yang berhati ikhlas dapat mengajak seluruh warga Bengkulu untuk melaksanakan ibadah tepat waktu di rumah-rumah ibadahnya masing-masing.