PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Berkunjung ke suatu daerah tidak lengkap rasanya jika tidak membeli oleh-oleh khas yang ada di daerah tersebut. Begitu juga jika ingin mengunjungi Bengkulu, salah satu provinsi yang terletak di selatan Pulau Sumatera ini pun memiliki beragam oleh-oleh khas yang hanya bisa ditemui di Bengkulu.

Pusat oleh-oleh ini sangat mudah ditemui karena tak berjauhan dari pusat Kota Bengkulu, dan juga sangat dekat dengan rumah Ibu Fatmawati di Jl. Fatmawati, Penurunan, Ratu Samban, Kota Bengkulu, bisa juga berwisata di tempat peninggalan bersejarah di Bengkulu.

Viona Febriani selaku kasir di pusat oleh-oleh khas Bengkulu, mengatakan bahwa ada beragam makanan, seperti kue baytat dan coklat kalamansi yang paling diminati pembeli.

“Ada beragam makanan seperti keripik ikan beledang, coklat kalamansi, lempuk durian, sirup kalamansi, kue siput, kue tart, marning, manisan terong, manisan mangga, dan berbagai macam makanan lainnya. Tersedia juga kerajinan tangan dari kulit lantung khas Bengkulu seperti tas, dompet, gantungan kunci, topi, hiasan dinding, dan lain-lain pun tersedia,” kata Viona.

Tapi sebagai gambaran biasanya banyak wisatawan membeli yang memang khas Bengkulu. Salah satunya adalah kain Batik besurek khas Bengkulu yang biasanya ada motif Bunga Rafflesia. Kain ini dijual cukup mahal 100.000–Rp 300.000 per potong. Kainnya lembut dan terkesan eksklusif, Bengkulu pun setiap tahunnya mengadakan karnaval Batik Besurek untuk melestarikan peninggalan yang turun menurun ini.

Kalau soal makanan, lempuk durian memang jadi juaranya. Lempuk ini sejenis dodol tapi lebih lembut dan legit, proses masaknya lama. Untuk harganya sekitar 120 ribu per kilogramnya.

“Peminat coklat kalamansi paling banyak, dalam coklat ada sirup kalamansinya, dan juga di tengah-tengahnya ada lempuk durian,” tandasnya. [Mey Borjun]