PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Manisan terung yang merupakan salah satu makanan khas Bengkulu menjadi andalan di Bima Food, Nyi Sri Hartini pengrajin manisan terung dari Bengkulu yang belajar sampai ke negeri Cina.

Produk manisan terung berhasil menghantarkan Ny Sri Hartini meraih penghargaan sebagai inovator bisnis pemuda, tahun 2005. Setahun kemudian, pada tahun 2006 mendapatkan fasilitas untuk studi banding ke RRC.

Tak hanya itu, manisan terung telah pula menghantarkannya menjadi juara pada tahun 2007. Dalam Nasional inovasi bisnis pemuda, tahun 2008 GKM se indonesia di jakarta juara 1, SIDDHAKARYA tahun 2012 juara 1 penghargaan.

Awalnya memang berusaha di bidang pembuatan kue kering dan kue basah khas Bengkulu. Dan menemukan inovasi baru untuk usaha manisan terung, karena bahan bakunya cukup banyak dan harganya murah.

“Saya mencoba hal baru, karena di kota Bengkulu sayuran buah terung mudah didapat, dan harganya murah,” ungkap Sri Hartini selaku pemilik Bima Food.

Manisan terung 200g siap jual dibandrol dengan harga Rp10.000  Rasa manisan terung yang manis legit ini mirip seperti buah Kurma, sehingga banyak disukai. Apalagi terong juga mengandung nilai gizi dan sumber kalori cukup tinggi.

“Harga nya tidak menguras isi kantong, kami juga menjual Beledang 250g dengan harga Rp30.000. Untuk 1 kg beledang Rp80.000, stock 100kg/bulan. Manisan terong 200g Rp10.000, untuk stock 250 kg/bulan. Bima Food ini terletak di Timur Indah ujung RT 11 RW 04 Bengkulu,” ujarnya.

Tambahnya lagi, visi misi usaha Manisan terung untuk membantu ekonomi rumah tangga, dan menggerakan ibu-ibu yang tidak punya pekerjaan agar bekerja membantu para suami yang tidak mencukupi biaya rumah tangga. Dan berharap kedepannya ada yang menjembatani dalam pemasaran keluar, baik dari dinas maupun swasta yang membantu. [Mey Borjun]