Pemkot turunkan alat berat (Bulldozer) robohkan tempat maksiat di wilayah Terminal Sungai Hitam, Rabu (7/11)

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Untuk mewujudkan Bengkulu yang religius dan meningkatkan ketakwaan masyarakat terhadap agamanya, Wakil Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi meninjau langsung penggusuran Warung Remang-remang (Warem) dan tempat maksiat di wilayah Terminal Sungai Hitam Kota Bengkulu, Rabu (7/11/2018).

Beberapa warga yang menempati ruko, mengatakan tidak setuju adanya penggusuran tersebut. Menurut Inawati salah satu penghuni ruko, penggusuran tersebut berlaku tidak adil karena tidak semua digusur melainkan hanya beberapa ruko saja, sedangkan mereka masih membutuhkan tempat tinggal.

“Kalau pemerintah mau menutup cafe-cafenya tidak apa-apa, tapu izinkan kami menjadikan ini sebagai tempat tinggal pak, kalau tidak tinggal di sini kami mau tinggal dimana lagi,” ujar Inawati.

Menanggapi protes warga, Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi tidak gentar memimpin jalannya penggusuran, karena selama ini pihaknya sudah berkali-kali memberi peringatan namun tidak diindahkan.

Wawali terlibat perdebatan dengan pemilik warem sebelum pembongkaran, Rabu (7/11)

“Kami sudah beri peringatan, mereka tidak pernah mau dengar, mereka menempati tempat ini tanpa izin, tidak ada jalan lain selain kita robohkan,” kata Wakil Walikota Bengkulu tegas.

Menurutnya, ini adalah tanda dan warning bagi tempat-tempat lain yang juga menyediakan minuman keras dan prostitusi.

“Kalau ada tempat lain yang seperti itu, kita ratakan juga. Ini bangunan milik pemerintah, selama memang pemerintah belum membutuhkan, silahkan tempati, asal jangan menjual minuman keras, tuak dan prostitusi,” tambah Dedy.

Lanjut Wakil Walikota, malam kemarin pihaknya sudah turun langsung sidak ke beberapa tempat, salah satunya adalah Terminal Sungai Hitam. Pada sidak tersebut ditemukan tuak dan beberapa wanita yang diduga terlibat dalam prostitusi.

“Kemarin malam kita sudah sidak, ada wanita yang menjajakan dirinya dan ada yang jual tuak, jadi udah cukup bukti,” terangnya.

Selain untuk meminimalisir keberadaan tempat maksiat, Dedy mengatakan, selanjutnya akan dibangun Pasar Terminal Sungai Hitam dan Betungan.

Wawali tampak ikut mengangkut barang yang ada didalam Warem sebelum dibongkar, Rabu (7/11)

“Tapi pembangunan itu masih nunggu pinjaman ke SMI,” tambah Dedy.

Lanjut Dedy, bagi warga yang tempat tinggalnya digusur, diharapkan dapat mencari tempat tinggal yang lebih layak dan tidak mengulangi usaha maksiat kembali.

“Yang sudah digusur, silahkan tidur di masjid, silahkan itikaf, nanti ditemani pak ustad, kita berdoa semuanya mereka dapat hidayah,” tutup Dedy. [Deni Dwi Cahya]