PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Sekertaris Daerah Provinsi Bengkulu Nopian Andusti membuka kegiatan Jambore atau orientasi bagi tenaga Penyuluh Keluarga Berencana (KB) dari seluruh kabupaten dan kota Bengkulu yang digelar oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, Senin kemarin (26/11/2018).

Dalam sambutannya Nopian Andusti mengatakan, bahwa jumlah penyuluh KB saat ini semakin berkurang, namun jumlah masyarakat semakin bertambah. Begitupun dengan tantangan dan kendala yang dihadapi saat ini jauh lebih sulit dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Sehingga kita semua dituntut untuk bisa menyesuaikan dengan keadaan sekarang dengan meningkatkan kualitas dan kompetensinya,” kata Nopian Andusti.

Dengan minimnya tenaga penyuluh KB saat ini, dirinya berharap agar pihak BKKBN Provinsi Bengkulu dapat menambah jumlah tenaga penyuluh KB di lapangan.

“Paling tidak kita masih membutuhkan 300 orang tenaga penyuluh karena idealnya satu penyuluh KB tersebut membina maksimal empat desa,” sebutnya.

Dirinya berharap penyuluh KB yang ada sekarang dapat terus berupaya meningkatkan komptensinya agar dalam bertugas dilapangan sebagai unjung tombak dari program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) ini tidak tergilas oleh arus global. Tapi harus siap menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terus dan tiada hentinya.

Kepala Bidang Aplikasi dan Informasi BKKBN Provinsi Bengkulu Edy Sopyan menyampaikan, tingkat kepesertaan KB aktif di Provinsi Bengkulu maupun angka presentasi pasangan usia subur yang menggunakan alat KB masih cukup tinggi.

Namun, kata Edy, masih ada permasalahan yang dihadapi seperti tingkat kesadaran masyarakat yang yang masih rendah tentang alat kontrasepsi modern.

“Sehingga perlu adanya upaya yang lebih intensif untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat agar dapat memakai alat kontrasepsi jangka panjang.” sebut Edy Sopyan, yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Penyelenggara.

Demikian juga program unggulan Kampung KB, kata Edy lagi, dimana sejak dibentuknya pada tahun 2016 lalu, hingga di tahun 2017 sudah ada 138 Kampung KB. Sedangakan pada tahun 2018 ini telah dibentuk kembali 120 Kampung KB.

“Namun sudah dua tahun dibentuknya Kampung KB tersebut, belum terasa adanya intervensi program pada desa yang telah di canangkan Kampung KB-nya,” ungkap Edy.

Dengan kegiatan Jambore ini, diharapkan para penyuluh KB dapat meningkatkan kualitasnya, sehingga tujuan dari program KKBPK dapat terlaksana.

Untuk diketahui, turut hadir Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Kepala Bidang Aplikasi dan Informasi BKKBN Provinsi Bengkulu Edy Sopyan dan diikuti 199 peserta penyuluh KB khususnya yang membina kampung KB. [Rls/Deni Dwi Cahya]