Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan dan Jajaran meninjau lokasi tempat ibadah, Jumat (9/11)

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Ingin mempersiapkan dengan maksimal kegiatan Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri, sore tadi, Jum’at (9/11/2018) Walikota Bengkulu Helmi Hasan meninjau langsung 4 titik lokasi rumah ibadah di Kota Bengkulu.

“Kita mengecek masing-masing rumah ibadah yang ditunjuk sebagai titik utama, sudah sejauh mana persiapannya, seperti tenda, kursi, air, lampu dan lain-lain. Rumah ibadah yang lain juga boleh,” ujar Helmi.

Menurut Helmi, masing-masing tempat ibadah boleh saja mendekorasinya secara berbeda-beda sesui kreatifitas.

“Saat ini memang dibutuhkan kreatifitas untuk mensukseskan berjalannya acara ini,” imbuhnya.

Rumah ibadah dikunjungi oleh Helmi Hasan adalah Vihara Budhayana Kampung Cina, Gereja St. Yohanes Pasar Baru, Gereja GKII Kebun Tebeng dan Pura Santi Muara Dipa Lingkar Barat.

Dari peninjauan ini, menurut Walikota semua rumah ibadah tersebut telah siap untuk menyukseskan kegiatan Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri yang diselenggarakan besok Sabtu 10 November 2018.

“Kami masyarakat Bengkulu merasa memiliki negeri ini. Bencana ada dimana-mana, gempa bumi, tsunami dan Kota Bengkulu itu sudah pernah kedatangan tamu namanya gempa bumi, kami tidak mau gempa buminya menghancurkan kota bahkan juga tsunami,” jelas Helmi.

Selain untuk menjauhkan Kota Bengkulu dari malapetaka, dikatakan Helmi, pihaknya juga ingin menciptakan generasi muda yang jauh dari konflik yang memecah belah persatuan bangsa.

Di sisi lain, untuk menyemarakkan dan memaksimalkan peserta doa, Pemkot juga telah mengundang seluruh rumah ibadah se Indonesia, DPRD kota dan kabupaten, menteri hingga kedua kandidat calon presiden dan wakilnya juga telah diundang menghadiri acara tersebut.

“Tapi tidak boleh simbol kandidat tertentu, atau bendera tertentu, tidak boleh ada pesan-pesan, ini murni doa saja,” kata Helmi.

Dengan promosi yang ampuh, ternyata undangan yang disebarkan sejak beberapa bulan yang lalu telah menyedot perhatian publik.

“Kendala kita adalah tiket pesawat, ribuan orang dari Makasar dan Kalimantan ingin datang ke acara ini,” katanya.

Hal tersebut dinilai Walikota dua priode ini dengan bijak, menurutnya sukses atau tidaknya acara ini bukan tergantung dari jumlah pesertanya, melainkan substansi dari acara tersebut.

“Sukses tidaknya bukan dilihat dari jumlah sepuluh jutanya, tapi doa kita direrima atau tidak,” tutup Helmi. [Deni Dwi Cahya/Advetorial]