PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Kerupuk Kepiting Puang Crab produk Cemilan Khas Pangkep Sulawesi Selatan, yang diolah dari kepiting asli yang punya cita rasa yang khas dengan varian 3 rasa di produk pedas, manis dan asin. Produk ungggulan desa Bumdes Mattuju Desa Pitue Kec. Ma’rang Kab. Pangkep.

Kelompok ini memanfaatkan potensi lokal sebagai bahan utama seperti, kepiting, ikan bandeng dan rumput laut. Nama produknya pun dibuat menggunakan bahasa lokal yang dipadukan dengan Bahasa Inggris, agar terdengar  lebih unik dan lucu, seperti Puang Crab, yang berartikan Raja Kepiting.

Tajjuding adalah Ketua Bumdes, ini sebuah kelompok usaha pesisir di Desa Pitue, Kecamatan M’arang, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Kelompok berbasis usaha rumah tangga ini cukup sukses dalam produksi olahan hasil-hasil laut dan pesisir.

“Produknya pun dikemas secara modern dan telah memiliki izin Pangan Industri dan Rumah Tangga dari Dinas Kesehatan dan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI),” ungkapnya saat di temui di Stand Bengkulu Expo, Selasa (20/11/18).

Puang Crab ini berbahan dasarkan kepiting-kepiting kecil atau orang pangkep menyebutnya kepiting  sojo, yang banyak ditemukan disekitar pesisir desa pitue yang sengaja dibuang oleh nelayan karena dianggap tidak mempunyai nilai jual.

“Kepiting sojo ini kami inovasi dengan membuatkan sarinya untuk kemudian diolah menjadi kerupuk. Kami coba pasarkan dan ternyata laris manis. Awalnya pemasaran hanya di warung-warung dan sekolah-sekolah. Sekarang sudah dijual kemana-mana, termasuk di Makassar sampai luar keluar kota,”jelas

Selain Puang Crab, makanan yang diproduksi oleh masyarakat Sulsel, berupa Kue tradisional, kripik ikan, Snack nona milk fish, Minyak kelapa murni, Doang pute, Abon cakalang yang dikemasan dan didistribusikan oleh unut usaha cahaya desa Bumdes Mattuju Kab.Pangkep. Dengan harga kisaran Rp 5.000-40.000. [Mey Borjun]