PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Pemerintah Kota Bengkulu terus gencar melakukan upaya pembebasan Kota Bengkulu dari maksiat.

Wakil walikota Kota Bengkulu Dedy Wahyudi kembali memimpin razia di warung remang remang (Warem) di beberapa tempat yang ada di Kota Bengkulu, Rabu malam (7/11/2018).

Wakil walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi mengatakan tidak ada lagi toleransi untuk warem warem tersebut dan akan dilakukan pembongkaran seperti yang sudah di lakukan terhadap warem di kawasan Sungai Hitam. Pasalnya, ia menilai warem-warem di kawasan Pantai Panjang diduga telah di jadikan tempat maksiat.

“Kita akan ratakan dengan tanah, kalau istilah ibu Menteri Susi ditenggelamkan, kalau kita ratakan dengan tanah atau kita bongkar,” ucap Dedy.

Dalam Razia yang digelar tersebut tampak minuman keras jenis tuak yang berhasil di temukan langsung di buang di tempat tersebut. Dedy menilai penjualan miras jenis tuak di warem warem tersebut sudah seperti menjual Aqua.

“Miris sekali menjual tuak sudah seperti menjual Aqua saja. Sebelumnya kita sudah peringatkan tetapi masih saja berjualan, dan kita akan gusur semuanya yang ada di kawan Pantai ini. Kita tidak ingin jika Bengkulu di kelilingi oleh tempat maksiat,” kata Dedy.

Selain melakukan Razia di kawasan Warem Pantai Panjang, Razia juga dilakukan di Warem kawasan Lapangan Golf dan kawasan Terminal Betungan Kota Bengkulu. Ia juga mengatakan akan melakukan pembongkaran warem yang ada di Terminal Betungan dan tempat-tempat lainnya di Kota Bengkulu yang dijadikan sebagai tempat maksiat.

“Kita juga akan lakukan pembongkaran dan pengusuran yang ada di terminal Betungan. Boleh usaha tapi tidak boleh diluar ketentuan kita. Jangan usaha yang berdampak buruk apalagi seperti tempat portitusi, minuman keras yang dilarang, silahkan berusaha tapi jangan sampai melanggar aturan,” jelas Dedy Wahyudi.

Razia tersebut dipimpin oleh Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu Marjon, Kabag Ops Polres, Kasat Sat Pol PP, Dinas Perhubungan, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bengkulu bersama Anggota Biawak Polres, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP. [Ardiyanto]