PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Tempat maksiat berupa Warung Remang Remang (Warem) yang ada di Kawasan Pantai Panjang Kota Bengkulu di Gusur, Kamis (8/11/2018).

Penggusuran warem yang dilaksanakan lantaran diduga tempat tempat tersebut dijadikan sarang maksiat.

Sebelum digusur oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) yang didamping anggota kepolisian dan anggota TNI, dan Pihak Dinas Pariwisata menggunakan alat berat, barang-barang berharga yang ada didalam warem tersebut dikeluarkan.

Selain Warem di Kawasan Pantai Panjang penggusuran juga dilakukan di warem yang berlokasi didepan Bengkulu Indah Mall (BIM).

Kasat Pol PP Mitrul Ajemi mengatakan, sebelum dilakukan tindakan tegas yakni penggusuran, terlebih dahulu pemilik warem warem tersebut sudah diperingatkan namun para pemilik warem tersebut masih saja membandel.

“Sebelumnya dari tahun ketahun sudah di ingatkan namun tetap saja, dan ini kita pada dasarnya bagaimana Pantai Panjang ini menjadi dambaan Pemerintah Daerah Kota dan Provinsi Bengkulu maka harus menghindari tempat tempat yang diduga sebagai tempat maksiat, dan minuman minuman keras,” ujar Mitrul.

Dikatakan Mitrul, tempat yang digusur tersebut yang bersifat warem dan hal tersebut tidak lepas dari dinas teknis yakni dinas Pariwisata dan kurang lebih sebanyak 30 bangunan yang dilakukan pengusuran.

“Ini juga merupakan bentuk mengurangi tindak kejahatan, misalnya akibat minum minuman keras terjadi keributan hingga menghilangkan nyawa dan kita tidak inging seperti itu,” kata Mitrul.

Dalam pembongkaran tersebut tidak tebang pilin lantaran ada dinas teknis yang menaungi. Pihaknya juga memiliki data yang akurat terkait warem-warem yang telah menimbulkan kegaduhan dan keresahan bagi masyarakat khususnya yang tinggal di sekitar kawasan Pantai Panjang.

“Kalau warung kopi tidak lah, tapi kalau seperti ini pasti ada ketidak puasan ada tapi kita punya data yang betul betul akurat dan data ini dapat dinampakkan dinas teknis yang tau. Untuk didepan BIM tadi sudah selesai. Kalau misalnya ada kekurangan yang belum terjamah nanti kita sama sama kesitu, yang jelas penentuan titik titik mana saja sudah melalui dinas teknis,” jelas Mitrul. [Ardiyanto]