PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Walikota Bengkulu, Helmi Hasan menghadiri launching Kota Sustainable Development Goals (SDGs) di Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Rabu (7/11/2018).

Dijelaskan oleh Ketua Panitia Launching, Dediyanto mengungkapkan, latar belakang Kota SDGs berawal dari seminar di IAIN Bengkulu tentang kemiskinan dan kekumuhan, permasalahan tersebut merupakan bagian dari 17 masalah SDGs. Kota SDGs merupakan kota yang berkomitmen untuk menerapkan 17 tujuan pembangunan berkelanjutan dalam praktek kehidupannya.

Peluncuran Kota SDGs ini merupakan hasil kerjasama dari unsur pemerintah, BAZNAS, Lembaga Amil Zakat (LAZ), Filantropi Indonesia, kampus dan lembaga swadaya masyarakat.

Dalam kegiatan ini, BAZNAS melakukan pemberdayaan masyarakat melalui program pengelolaan sampah menjadi biji plastik serta membantu para pelaku usaha kecil menengah (UKM) untuk memiliki gerai berdagang dan dapat mengemas produk dengan lebih baik. Selain itu BAZNAS juga memberikan dorongan dari sisi spiritual melalui dai-dai yang akan membangun kesadaran dalam pelestarian lingkungan agar masyarakat dapat cepat menyesuaikan diri dengan tujuan-tujuan SDGs.

Kepala Divisi Pendayagunaan BAZNAS, Randi Swandaru mengatakan, program ini bermanfaat bagi lebih dari 600 kepala keluarga kurang mampu di pusat kota Bengkulu.

“Pengembangan Kota SDGs ini sejalan dengan semangat zakat, yakni pembangunan manusia. BAZNAS mendorong berbagai program yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui Program Waze Manajemen System dengan memanfaatkan limbah menjadi produk berdayaguna,” katanya.

BAZNAS juga memberikan mesin pengolah sampah plastik menjadi biji plastik agar produk yang dihasilkan memiliki nilai lebih. Setelah dipilah, sampah organik diproses untuk menjadi pupuk bagi tanaman Urban Farming. Sementara itu limbah lain diproses menjadi produk kerajinan dengan berbagai varian.

Untuk penguatan UKM, BAZNAS juga membantu membangunkan gerai berjualan di wilayah dermaga dan kawasan wisata mangrove yang strategis. Pelaku UKM lain memperoleh bantuan pengemasan produk sehingga lebih memiliki nilai jual.

Dilain sisi, Walikota Bengkulu Helmi Hasan berharap, Kelurahan Sumber Jaya dapat menjadi titik awal untuk pencapaian SDGs di seluruh wilayah Kota Bengkulu, sehingga dapat mengangkat derajat kehidupan warga kota Bengkulu.

“Kami sangat mendukung kepercayaan Kota Bengkulu sebagai kota SDGs pertama di Indonesia. Semoga seluruh program dapat memberi manfaat besar dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Bengkulu,” katanya.

Untuk mendukung hal tersebut, Direktur Eksekutif Filantropi Indonesia, Hamid Abidin mengatakan, pihaknya mendorong dan memfasilitasi kemitraan ini karena sejalan dengan prinsip “integrasi” dalam SDGs.

“Melalui kemitraan, persoalan perkotaan di Bengkulu bisa diatasi secara bersama. Masing-masing pihak juga berkontribusi sesuai dengan kapasitas dan sumberdaya yang dimiliki. Ini bisa jadi model kemitraan dengan platform SDGs yang bisa dicontoh kota-kota lainnya di Indonesia,” ujar Hamid.

Untuk diketahui, dalam acara ini melibatkan banyak pihak, antara lain Baznas pusat, Universitas Bengkulu, IAIN Bengkulu, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Universitas Dehasen dan Universitas Hazairin, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Koalisi Perempuan Indonesia, LSM Cahaya Perempuan, LSM BKM Maju Jaya, LAZ IZI, Yakesma, LAZISMU, LAZISNU, BMH, BAZNAS Provinsi Bengkulu dan BAZNAS Kota Bengkulu. [Deni Dwi Cahya/Advetorial]