PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu menetapkan tiga orang tersangka terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) proyek pembangunan Jalan Lubuk Sini Kabupaten Bengkulu Tengah tahun 2015 lalu. Ketiga orang tersangka tersebut yakni Tamimilani selaku Ketua Kelompok Kerja  (Pokja) yang merangkap menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Samsul Bahri selaku kuasa pengguna anggaran pada dinas PUPR tahun 2015 lalu dan Direktur CV Palem Citra Indah.

Dua dari tiga orang tersangka tersebut yakni Tamimilani dan Samsul Bahri saat ini telah menjalani hukuman di lapas kelas II A Bengkulu lantaran sebelumnya telah terlibat kasus dugaan tindak pidana korupsi lainnya.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Henri Nainggolan, Minggu (22/12/2018) mengatakan, setelah menunggu itikad baik selama tiga tahun dari pihak terkait untuk mengembalikan kerugian negara sebesar 630 juta rupiah temuan Badan Pengawas Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) dalam proyek pembangunan Jalan Lubuk Sini Kabupaten Bengkulu Tengah 2015 lalu, akhirnya tim penyidik pidsus Kejati Bengkulu berkesimpulan menetapkan tiga orang tersangka tersebut. Namun dari ketiga orang tersangka yang telah ditetapkan tersebut satu orang tersangka  melarikan diri dan saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Ketiganya telah kita tetapkan tersangka dan satu orang tersangka kita tetapkan sebagai DPO yakni orang ketiganya, sedangkan untuk para PPK-nya saat ini sudah di dalam tahanan dan juga sudah ditetapkan tersangka,”kata Nainggolan.

Sementara kerugian negara pada kasus Jalan Lubuk Sini-Lubuk Durian tahun 2015 lalu sebesar 630 juta tersebut hanya dibayar sebesar 5 juta rupiah saja oleh para tersangka, sehingga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu bersama Inspektorat, beberapa tahun yang lalu merekomendasikan untuk membawa kasus tersebut ke Kejaksaan Tinggi untuk ditindak lanjuti.[Ardiyanto]