Puluhan pemuda tampak mengikuti musyawarah rencana kegiatan akhir tahun 2018 masehi usai subuh dan sarapan berjamaah di Masjid Akbar At-Taqwa, Minggu (16/12/2018).

Ratusan pemuda Bengkulu memadati Masjid Akbar At-Taqwa Kelurahan Anggut Atas, Minggu (16/12/2018). Mereka berasal dari berbagai macam profesi seperti polisi, wiraswasta, pelajar, mahasiswa, jurnalis, dan lain sebagainya.

Usai melaksanakan itikaf sejak malam sebelumnya, Sabtu (15/12/2018), para pemuda Bengkulu ini mengikuti salat subuh berjamaah yang dilanjutkan dengan mendengarkan hadis-hadis Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam serta dilanjutkan dengan sarapan bersama.

Setelah sarapan, para pemuda ini melanjutkan kegiatannya dengan amal musyawarah yang dipandu oleh Ustaz Ibnuhajar Asshidiqi Basalamah untuk membahas rencana kegiatan yang akan digelar pada malam akhir tahun 2018 hingga awal tahun 2019.

Berbagai gagasan muncul seperti menampilkan lagu-lagu islami, bergerak dari masjid ke tempat-tempat keramaian malam tahun baru mengajak orang-orang untuk salat berjamaah, bedah buku, tausiah, muzakarah sifat-sifat sahabat, zikir bersama, olahraga sore, salat tahajud berjamaah dan lain sebagainya.

Kegiatan ini rencananya akan mengangkat tema besar yang intinya mengajak umat Islam untuk tidak merayakan tahun baru dengan kemaksiatan dan keluar dari tuntunan-tuntunan agama seperti menghidupkan kembang api dan melakukan aktifitas hura-hura.

Ustaz Ibnuhajar Asshidiqi Basalamah dalam penuturannya mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk memakmurkan Masjid Akbar At-Taqwa.

“Target kita agar bagaimana masjid ini bisa penuh dengan para pemuda dan pemudi yang salat berjamaah. Bukan hanya penuh se Bengkulu, impiannya bahkan paling penuh di antara negara-negara Asia Tenggara,” kata Ustaz Ibnuhajar.

Impian yang sama dimiliki oleh Walikota Bengkulu H Helmi Hasan yang ingin merayakan puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bengkulu dengan hijrahnya 300 ribu pemuda dan pemudi Bengkulu yang melaksanakan amalan agama secara sempurna.

Puncak perayaaan HUT Kota Bengkulu ke-300 sendiri akan digelar sejak tanggal 14 Maret hingga tanggal 17 Maret 2019 mendatang. Kegiatan tersebut akan bersinergi dengan Gerakan Memakmurkan Satu Juta Masjid di Indonesia (Gemasajid).

Sejumlah pemuda tampak membicarakan kebesaran Allah subhanahu wa ta’ala usai sarapan berjamaah.

Inisiator Gemasajid, Ustaz Saeed Kamyabi menuturkan, Gemasajid adalah gerakan masyarakat memakmurkan satu juta masjid di Indonesia, secara massif. Disebut secara massif karena yang bergerak bukan hanya kaum lelaki tapi juga kaum perempuan yang mendorong suaminya ke masjid, mendorong saudara lelakinya ke masjid, dan mendorong anak lelakinya ke masjid.

Bahkan, lanjut Ustaz Saeed Kamyabi, sekeluarga saling mendorong ke masjid. Ayah mengajak anaknya, anak mengajak ayahnya, mertua mengajak menantunya, menantu mengajak mertuanya, adik mengajak abangnya, abang mengajak adiknya, ipar mengajak iparnya, tetangga mengajak tetangganya, semua saling mengajak, tidak ada yang tertinggal.

Bertemu di gunung mengajak ke masjid, bertemu di lembah mengajak ke masjid, bertemu di darat mengajak ke masjid, bertemu di laut mengajak ke masjid, bertemu di kebun mengajak ke masjid, bertemu di kantor mengajak ke masjid, bertemu di pabrik mengajak ke masjid, bertemu di bengkel mengajak ke masjid, bertemu di pasar mengajak ke masjid, dan bertemu di rumah sakit mengajak ke masjid.

Yang bergerak bukan hanya rakyat biasa tapi juga para pejabat, para jendral, para kopral, para insinyur, para tukang sayur, para guru, para murid, para kyai, para santri, para jurnalis, para buruh, para petani, para nelayan, para pekerja, warga kota, warga desa, para orang miskin dan orang kaya, semua mengajak ke masjid, semua saling mengajak, tidak ada ada yang ketinggalan.

Ketika terbangun dari tidur mengajak ke masjid, ketika tidur pun mengigaunya mengajak ke masjid. Tidak cantik bila tidak ke masjid, tidak keren bila tidak ke masjid, tidak tampan bila tidak ke masjid, singkatnya, Gemasajid ingin menjadikan zaman sekarang di mana seluruh kawula muda memakmurkan masjid, melakukan kerja massif yang disukai Allah agar Allah menunaikan janji-Nya untuk menurunkan keberkahan dari langit dan bumi, menjadikan Indonesia sebagai negeri yang berbahagia dan religius. [Rudi Nurdiansyah]