Direktorat Jendral Pajak (DJP) Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bengkulu menggelar aksi simpatik turun ke jalan untuk membagikan pamplet dan coklat yang bertuliskan ‘Bangun Negeri Tanpa Korupsi’ kepada para pengendara yang melintas di depan kantor KPP Pratama Bengkulu, Jum’at (7/12).

Kepala KPP Pratama Bengkulu, Raden Agus Setiawan, kepada Jurnalis pedomanbengkulu.com, Jum’at (7/12) mengatakan bahwa terselenggaranya kegiatan ini dalam rangka memperingati hari Anti korupsi sedunia.

“Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari anti korupsi sedunia, yang jatuh pada tanggal 9 Desember setiap tahunnya,” ujar Kepala KPP Pratama Bengkulu.

Raden Agus Setiawan juga menyampaikan bahwa peringatan hari anti korupsi ini secara serentak dilaksanakan oleh Kantor Direktorat Jenderal Pajak se-Indonesia.

“Peringatan hari anti korupsi ini digelar serentak oleh Kantor Direktorat Jenderal Pajak se-Indonesia, cuma jenis kegiatan yang diselenggarakan saja yang berbeda beda,” imbuhnya.

Ditegaskannya, melalui kegiatan tersebut KPP Pratama Bengkulu khususnya, ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa institusi ini bertekad bulat melawan segala macam bentuk korupsi.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama sama menolak segala macam bentuk korupsi serta menanamkan sikap disiplin bagi seluruh jajaran yang ada di lingkungan KPP Pratama Bengkulu,
mulai dari melawan kebiasaaan korupsi waktu,” kata Raden Agus Setiawan.

Lebih jauh, Kepala KPP Pratama Bengkulu mengungkapkan, korupsi merupakan musuh bersama yang harus dilawan dan diperangi.

Pantauan Jurnalis pedomanbengkulu.com, sebelum menggelar aksi simpatik ini, Kepala KPP Pratama Bengkulu beserta segenap jajarannya yang berjumlah sekitar 60 orang juga melakukan aksi bersih Pantai Panjang yang di pusatkan kawasan depan Sport Center dan sehari sebelumnya mereka juga melakukan kegiatan Amal Bhakti bersama anak-anak yatim.

“Semoga rangkaian dari kegiatan peringatan hari anti korupsi sedunia yang telah dilakukan, dapat menjadi amal tersendiri bagi seluruh peserta yang terlibat,” pungkasnya. [Nurhas]