Dirwan Mahmud

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Setelah menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Bengkulu dengan tuntutan 7 tahun penjara dan denda 300 juta subsidair 6 bulan penjara serta pencabutan hak politik selama tiga tahun.

Bupati non aktif Kabupaten Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud membantah fakta persidangan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dirwan Mahmud mengatakan bahwa dirinya tidak pernah menyuruh Hendarti dan Nursilawati terima uang dari Jauhari alias Jukak terkait pembangunan Jalan dan Jembatan di Kabupaten Bengkulu Selatan 2018.

“Itu saya menyuruh Hendrati dan Nursilawati terima uang nggak pernah sama sekali itu, nggak pernah sama sekali, satu kata pun gak ada. Saya menyuruh Hendrati dan Nursilawati saya gak mengerti sama sekali. Sekarang perbuatan orang yang salah kepada saya, kenapa saya yang dibuat begini,” ucap Dirwan usai sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Bengkulu, Kamis (10/1/2019).

Dikatakan Dirwan Mahmud, bahwa dirinya sudah mengingatkan kepada Jukak untuk tidak mengurusi dirinya dan menurut Dirwan Mahmud fakta persidangan diputar balikkan.

“Jukak itu, sudah berapa kali saya ingatkan jangan kamu urusin saya, sana kamu ke PU. Mana berani dia ngasih uang pada saya, malah waktu itu Jukak minta maaf pada saya, meluk-meluk saya. Namun di fakta persidangan ini dibuat begitu semua di putar balikkan semua,” terang Dirwan Mahmud.

Dirwan Mahmud juga mengatakan bahwa fakta persidangan tidak sesuai dengan kenyataan, dan Dirwan menyatakan bahwa ada yang menjatuhkan dirinya.

“Saya pikir itu tidak begitu, ada yang menjatuhkan saya. Saya pasti akan sampaikan pada pledoi nanti, maka saya bersumpah disini kalau memang saya itu benar mengatakan memberikan uang kepada istri saya dan Nursilawati, mulai saat ini saya minta di azab Allah saya sakit sampai matikan saya masuk neraka jahanam saya,” beber Dirwan Mahmud.[Ardiyanto]