Silaturahmi dan Media Gathering BEI Bengkulu

Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Bengkulu menggelar acara Silahturahmi dan Media Gathering, Jum’at (18/1) di Rumah Makan Ayam Bekakak, Tanah Patah Kota Bengkulu.

Kegiatan ini dihadiri Kasubag Pengawasan Pasar Modal dan Industri Keuangan non Bank di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bengkulu, Herwidi Purnomo dan para jurnalis dari berbagai media baik cetak, televisi maupun elektronik.

Pada kesempatan ini, Kepala Kantor Perwakilan BEI Bengkulu, Bayu Saputra menyebutkan, investor di Bengkulu mengalami peningkatan yang tajam dan signifikan.

“Kami mencatat ada sekitar 1.600 lebih investor baru di tahun 2018. Sedangkan tahun 2016 ke 2017, kenaikan hanya sekitar 1.000 orang, artinya semakin hari menunjukan animo masyarakat untuk berivestasi di Bengkulu jauh membaik,” ungkap Bayu.

Dilanjutkannya, berdasarkan survey yang dilakukan oleh BEI Bengkulu, masyarakat Bengkulu sangat membutuhkan investasi, karena komoditi hasil pertanian dan perkebunan dinilai sudah tidak menguntungkan lagi. Sehingga saat ini memilih alternatif investasi lain, khususnya pasar modal dengan membeli saham, obligasi dan reksadana.

“Ikut Pasar modal tidak perlu biaya besar, yakni Rp. 100.000,- sudah bisa. Bahkan  sebagai contoh, ada salah satu mahasiswa di Curup Kabupaten Rejang Lebong dengan aktif di pasar modal mampu meraup keuntungan sebesar Rp. 8 juta dalam waktu hanya lima bulan,” tambahnya.

Dijelaskan Bayu, meski animo masyarakat untuk berinvestasi dalam pasar modal sudah cukup tinggi, namun pihaknya akan terus meningkatkan sosialisasi, termasuk kerjasama dengan media massa di Bengkulu.

Apalagi sejalan dengan program pihaknya dari BEI dilakukan secara online, sehingga diperlukan peran serta media massa dalam ikut mensosialisasikan tentang BEI kepada masyarakat.

“Dengan adanya berbagai langkah tersebut diharapkan, semakin tingginya minat masyarakat dalam pasar modal, juga bisa aktif. Mengingat sejauh ini dari 1.000 orang yang berivestasi, baru sebagian kecil yang aktif melakukan transaksi. Kemudian ada potensi sekitar 3.000 orang lagi bisa berinvestasi di pasar modal. Itu yang kita kejar di tahun ini,” pungkasnya. [Nurhas]