Pedomanbengkulu.com, Seluma – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Seluma pada selasa siang (29/1/2019) pukul 13.00 wib kembali dikejutkan dengan benda aneh berupa amplop dan berisikan paket.

Dalam paket tersebut berisikan bebarapa Tabloid Indonesia Berkah yang isinya tendesius atau memihak kepada salah satu pasangan calon presiden pada pemilu April 2019 mendatang.

Disamping itu, Bawaslu Kabupaten Seluma yang mengetahui beredarnya informasi penyebaran amplop tersebut langsung melakukan pemantauan serta pengecekan kesejumlah Kantor Pos yang ada di Seluma.

Dari hasil pengecekan tersebut, Bawaslu kabupaten seluna menemukan ada tiga amplop paket tabloid IB (indonesia berkah) yang berada ditiga Kantor Pos berbeda, yakni Kantor Pos diKelurahan Pasar Tais, Kecamatan Seluma. Lalu Kantor Pos diKelurahan Rimbo Kedui, Kecamatan Seluma Selatan dan Kantor Pos Desa Pajar Bulan, Semidang Alas.

Mendapati adanya temuan tersebut, saat dikonfirmasi pada selasa petang (29/1/2019) pukul 16.00 wib, ketua bawaslu seluma Yefrizal S.E menjelaskan bahwa pihaknya mendapat informasi dari Polres Seluma mengenai adanya paket amplop itu.

“Sementara baru ada tiga kantor pos yang menerima paketan itu, namun isi paketan tersebut berbeda-beda tujuannya,” jelas Yefrizal.

Disamping itu, penunjukan paketan amplop tersebut ditunjukkan kepada beberapa pondok pesantren yang ada dikabupaten seluma.

Sedangkan rincian amplop yang ada di Kantor Pos Kelurahan Pasar Tais, ditujukan kepada Pondok Pesantren Ar Rauda, yang berada diKelurahan Lubuk Kebur, Kecamatan Seluma. Untuk paket amplop di Kantor Pos Rimbo Kedui, ditujukan ke Pengurus Pesantren Darul Ulum, yang berada diKelurahan Sidomulyo, Kecamatan Seluma Selatan, dan yang terakhir di Kantor Pos Pajar Bulan, ditujukan kepada pengurus Pondok Pesantren Al Hafiza Desa Tedunan, Kecamatan Semidang Alas Maras (SAM).

“Tadi kesemua amplop yang berisikan tabloid tersebut mw kita sita sebagai barang bukti, namun pihak kantor pos tidak mw menyerahkan,” tambah Yefrizal.

Disamping itu pula, salah satu temuan amplop tersebut yang dibuka di Kantor Pos Rimbo Kedui tersebut berisikan mengenai Reuni 212, kepentingan umat Islam, kepentingan politik.

“Menjelang pemilu ini banyak bentuk kampanye, kita juga harus was-was, sedangkan isi tabloid itu jelas terlihat sudah menyudutkan salah satu pasangan calon presiden pada 2019 ini, sedangkan kita sudah mewanti-wanti untuk melarang kampanye hitam (black campaign), apapun bentuknya,” tegas Yefrizal.

Sementara itu, pihaknya saat ini masih berkoordinasi dengan polres seluma untuk melakukan penyitaan terhadap tablid IB tersebut.

“Kita terus lakukan komunikasi ke polres untuk mengetahui adanya tabloid itu, dan nantinya kita bantuan untuk membackup guna penyitaan,” tutur Yefrizal.

Ditemui terpisah, Ustad Darsono yang juga pengurus Pondok Pesantren Darul Ulum yang berada dikelurahan sidomulyo kecamatan seluma selatan saat dimintai keterangan pada selasa petang (29/1/2019) pukul 17.30 wib menjelaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak memesan paket amplop tersebut.

“Saya tegaskan, saya tidak memesan, dan juga saya tidak akan menerima paketan amplop itu, saya juga sudah melihat di TV, media lain mengenai kampanye hitam tersebut,” tegas Darsono. [Wahyu70]