Setiap malam Ahad, atau Sabtu malam, Laskar At-Taqwa setelah salat Magrib berjamaah menggelar kajian yang menyangkut tentang nasehat-nasehat agama hingga Isya berjamaah yang dilanjutkan dengan tanya-jawab, makan bersama, salat sunnah tasbih, itikaf, hingga coffe morning menjelang pagi hari di Masjid Agung At-Taqwa Kelurahan Anggut Atas.

Akhir pekan lalu, Laskar At-Taqwa mengangkat tema tentang tobat dan keutamaan-keutamaannya.

Ustaz Ibnuhajar Asshidqi Basalamah memaparkan banyak hal tentang faedah-faedah tobat.

Diantaranya tentang syarat dan rukun tobat.

“Dua syarat tobat yakni sebelum matahari terbit dari barat atau sebelum nyawa keluar dari kerongkongan. Jadi kalau dua hal itu belum terjadi, dosa apapun Allah terima tobatnya. Masalahnya kita tidak pernah tahu kapan maut menjemput. Bisa besok, lusa, ini rahasia ilahi. Karena kita tidak tahu kapan mati, kalau ditanya kapan waktu yang paling tepat untuk tobat, jawabannya ya sekarang,” kata Ustaz Ibnuhajar kepada ratusan pemuda dan pemudi yang ikut serta dalam kajian malam itu.

Sementara rukun tobat adalah menyesal, berhenti, dan bertekad tidak mengulangi.

Pria yang ditunjuk untuk menjadi imam Masjid Agung At-Taqwa ini memberikan banyak contoh pelaksanaan rukun tobat yang pada intinya ketika seseorang ahli maksiat bertobat, maka dia benar-benar menyesali perbuatan dosanya, berhenti dari kemaksiatan yang dilakukan dan bertekad sungguh-sungguh tidak akan pernah lagi mengulangi segala bentuk kemaksiatan yang pernah dikerjakannya.

“Kalau misalnya kita dulu pakai tato, terus tobat, harus ada rasa penyesalan. Sembunyikan tatonya, jangan lagi dibangga-banggakan,” ujar Ustaz Ibnuhajar.

Inisiator gerakan boikot malam tahun baru 2019 di Bengkulu ini melanjutkan, orang yang bertobat dan tobatnya itu diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala memiliki ciri-ciri tertentu.

“Dia akan mudah terhindar dari maksiat, hatinya akan gembira berada di tengah-tengah orang baik dan merasa sunyi ketika berada di tengah-tengah kumpulan ahli maksiat. Dia akan anggap kenikmatan gemerlap dunia ini sedikit saja dan merasakan nikmat amalan akhirat yang sedikit begitu banyak,” bebernya.

Mantan dosen yang meninggalkan almamaternya untuk berdakwah di seluruh Indonesia ini mengungkapkan, seluruh sahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang-orang yang bertobat.

“Dan ujian terberat bagi orang yang bertobat adalah ketika ia diminta untuk bersedia menyerahkan harta dan jiwa untuk memperjuangkan agama Allah subhanahu wa ta’ala,” sampainya.

Ustaz Ibnuhajar mengimbau kepada jamaah yang belum dikaruniakan anak, belum menemukan jodoh dan belum mendapatkan pekerjaan untuk banyak-banyak beristigfar.

“Istigfar ini ketika dilakukan harus ingat dosa. Dan dari sekian banyak istigfar yang kita ucapkan, satu saja diterima, dosanya diampuni selama 70 tahun,” imbuhnya.

Dalam tanya jawab, Ustaz Ibnuhajar Asshidqi juga mamaparkan banyak hal tentang gibah yang dibolehkan, tentang aib yang harus ditutup oleh seorang perempuan kepada calon suami, tentang larangan membuka aib yang telah ditutupi oleh Allah subhanahu wa ta’ala, tentang larangan menolak sunnah agar tidak murtad, tentang pentingnya menggunakan cadar bagi perempuan dan banyak hal lainnya.

Laskar At-Taqwa adalah komunitas kaum muda hijrah yang berbasis di Masjid Agung At-Taqwa Kelurahan Anggut Atas. Dalam kesehariannya, kaum muda ini mengisi kegiatannya dengan musyawarah, taklim, dakwah, salat berjamaah dan amalan-amalan agama lainnya dalam rangka menyebarkan kebaikan dan mencegah kemaksiatan dari masjid ke masjid se-Kota Bengkulu. [Gayatri Sukarti]