PedomanBengkulu.com, Seluma – Menindaklanjuti adanya temuan dugaan pungli yang dilakukan oknum kades Suban An. Neri kecamatan Semidang Alas kabupaten Seluma mengenai tindak pungutan liar bantuan nawa cita berupa tenaga surya yang diperuntukan bagi masyarakat belum memiliki aliran listrik.

Hari ini, Selasa (08/1/2019) sat reskrim polres Seluma memanggil mantan wakil BPD Desa suban Ital (35). Dalam pemanggilan kali ini, mantan wakil BPD sebagai saksi mengenai dugaan pungli yang dilakukan oknum kades Suban An. Neri.

Saat dikonfirmasi pada Selasa siang, menjelaskan kedatangannya hanya sebagai saksi, dan memutuskan untuk mundur dari jabatan saya sebagai wakil BPD sejak awal 2018.

“Saya mundur karena tidak sejalan dengan pola pikir kades tersebut, dan saya penduduk asli Suban, saya tidak mau desa saya dibuat seperti ini, karena saya harus membela tanah kelahiran saya,” ujar Ital.

Selain adanya dugaan pungli mengenai bantuan nawa cita, masih juga terdapat beberapa bantuan dari pemerintah dan hasilnya masih fiktif.

Dikatakan pula, “Dengan adanya seperti ini dapat mengungkap kemana aliran dana pungutan liar mengenai bantuan nawa cita ini mengalir,” pesan Ital.

Selaku kapolres Seluma, AKBP. I Nyoman Mertadhana, S.ik melalui Kasat Reskrim polres Seluma AKP. Riska Fadillah S.ik membenarkan pemanggilan mantan wakil BPD hanya sebagai saksi.

“Saat ini hanya sebagai saksi dulu, dan karena masih mengumpulkan data di lapangan terkait dugaan pungli yang dilakukan oknum kades desa Suban tersebut,” kata Riskha.

Pemanggilan Ital sebagai saksi ini diharapkan dapat menemukan titik terang mengenai tindakan pungli yang dilakukan oleh oknum kades tersebut.

“Nanti kita tunggu hasil proses dari pemeriksaan saudara Ital sebagai saksi,” tutup Riskha. [Wahyu]