PedomanBengkulu.com, Jakarta – Koalisi Partai Pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengubah visi misi yang disetorkan ke Komisi Pemilihan Umum. Dokumen visi misi Prabowo-Sandi diubah pada 9 Januari 2019. Berkas visi misi yang mulanya berjumlah 14 halaman, kini bertambah menjadi 45 halaman.

Selain visi misi, kubu Prabowo-Sandi mengubah tagline. Prabowo-Sandiaga yang semula ber-tagline “Adil Makmur Bersama Prabowo-Sandi” direvisi menjadi “Indonesia Menang”.

Ada beberapa kata yang dikurangi dari visi misi Prabowo-Sandi. Dalam dokumen visi misi baru, visi Prabowo-Sandi sebagai berikut:

“Terwujudnya Bangsa dan Negara Republik Indonesia yang adil, makmur, religius, dan bermartabat dalam bingkai persatuan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.”

Sementara, dalam dokumen lama, visi Prabowo-Sandi berbunyi:

“Terwujudnya Bangsa dan Negara Indonesia yang adil, Republik makmur, bermartabat, relijius, berdaulat, berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian nasional yang kuat di bidang budaya serta menjamin kehidupan yang rukun antarwarga negara tanpa memandang suku, agama, ras, latar belakang etnis dan sosial berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.”

Perubahan juga dilakukan dalam bagian misi. Lima poin misi tetap ada, hanya saja kalimatnya dipangkas. Ini misi baru Prabowo-Sandi yang baru:

1. Membangun perekonimian nasional yang adil, makmur, berwawasan lingkungan melalui jalan politik-ekonomi sesuai amanat konstitusi.

2. Membangun masyarakat Indonesia yang sehat, cerdas, produktif dan unggul dalam kehidupan yang aman dan terlindungi jaminan sosial.

3. Membangun keadilan dan HAM, memberantas korupsi, serta memperkuat persatuan bangsa melalui penegakkan hukum dan jalan demokrasi yang berkualitas.

4. Membangun sistem keselamatan, keamanan, dan pertahanan nasional, untuk menjaga keutuhan NKRI dan melindungi segenap warga Indonesia, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

5. Membangun kembali dan memperkuat nilai-nilai luhur kepribadian bangsa yang beradab, religius dan dirahmati Tuhan Yang Maha Esa.

Adapun kutipan misi lama dari Prabowo-Sandi:

1. Membangun perekonomian nasional yang adil, makmur, berkualitas dan berwawasan lingkungan dengan mengutamakan kepentingan rakyat Indonesia melalui jalan politik-ekonomi sesuai pasal 33 dan 34 UUD 1945.

2. Membangun masyarakat Indonesia yang sehat, berkualitas, produktif, dan berdaya saing dalam kehidupan yang aman dan bermartabat serta terlindungi oleh jaminan sosial yang berkeadilan tanpa diskriminasi.

3. Membangun keadilan di bidang hukum yang tidak tebang pilih dan transparan, serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia melalui jalan demokrasi.

4. Membangun kembali nilai-nilai luhur kepribadian bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, bermartabat, dan bersahabat yang diberkati oleh Tuhan yang Maha Esa.

5. Membangun sistem pertahanan dan keamanan nasional secara mandiri yang mampu menjaga keutuhan dan integritas wilayah Indonesia.

Tak hanya itu, revisi juga dilakukan pada program kerja nasional. Dalam dokumen lama, terdapat ‘4 Pilar Menyejahterakan Rakyat’ diganti katanya menjadi ‘fokus program kerja nasional’ yang ditulis dalam 5 poin:

Fokus Pertama: Ekonomi yang mengutamakan rakyat, adil, makmur, berkualitas, dan berwawasan lingkungan.

Fokus Kedua: Peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial.

Fokus Ketiga: Keadilan di bidang hukum dan demokrasi berkualitas.

Fokus Keempat: Menjadikan negara Indonesia rumah yang aman, nyaman, dan berdaulat bagi seluruh rakyat Indonesia.

Fokus Kelima: Penguatan karakter dan kepribadian yang luhur.

Sementara itu, Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno memastikan dirinya serta pasangannya Calon Presiden Prabowo Subianto telah siap tampil dalam debat perdana capres-cawapres, pada 17 Januari mendatang.

Seperti dilansir dari Liputan6, Kamis (10/1/2019), Sandi yang sebelumnya sudah bertemu dengan masyarakat di 1.000 titik di Indonesia mengaku telah menghimpun aspirasi masyarakat dan bisa menjadi modal untuk debat mendatang.

Hal ini diamini oleh Direktur Materi dan Debat BPN Sudirman Said. Menurut mantan Menteri ESDM ini, tim hanya memfasilitasi kebutuhan para calon seperti mempersiapkan para ahli saja. Karena baik Prabowo maupun Sandi sudah memiliki pengalaman dalam debat.

“Semua lagi dikerjakan, kita tidak punya hal-hal khusus karena Pak Prabowo dan Pak Sandi sudah berpengalaman,” kata Direktur Materi & Debat BPN Sudirman Said. [Ivana]