PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Setelah Majelis Hakim menjatuhi hukuman 6 tahun penjara denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan dan pencabutan hak politik selama 3 tahun  terhadap terdakwa Dirwan Mahmud Bupati Non Aktif Bengkulu Selatan terkait kasus suap atas fee proyek pengerjaan jembatan di Bengkulu Selatan.

Sidang yang diketahui Selamet Suripto, SH, MH didampingi hakim anggota I, Gabriel Sialagan, SH, MH dan hakim anggota II, Rahmat, SH, MH juga menjatuhkan vonis terhadap istri terdakwa Dirwan Mahmud Hendrati dan keponakannya Nursilawati dengan hukuman 4 tahun 6 bulan penjara karena terbukti bersalah melakukan dugaan tindak pidana korupsi secara bersama sama terkait fee proyek pengerjaan jembatan di Kabupaten Bengkulu Selatan.

Sementara denda yang dikenakan kepada kedua terdakwa tersebut berbeda. Terdakwa Nursilawati didenda 200 juta subsider 4 bulan kurungan, sedangkan Hendrati dikenakan denda 250 juta rupiah subsider 4 bulan kurungan.

“Berdasarkan bukti dan fakta terdakwa Hendrati dan Nursilawati terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama sama,” jelas Majelis Hakim.

Diketahui Bupati Non Aktif Dirwan Mahmud bersama istrinya Hendrati, keponakannya yaitu Nursilawati serta salah satu kontraktor yakni Jauhari Alias Jukak terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu terkait dugaan korupsi proyek pengerjaan jembatan di Kabupaten Bengkulu Selatan. [Ardiyanto]