Sehubungan dengan telah diimplementasikannya Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu melakukan media visit ke RB TV bertempat Graha Pena Rakyat Bengkulu, Senin (14/01). Selain bertujuan memberikan informasi tentang Program JKN–KIS beserta regulasinya, juga sebagai kesempatan untuk bersilatuhrami kepada rekan wartawan selaku mitra kerja. Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu Rizki Lestari, Pimpinan Redaksi RB TV Purnama Sakti, dan jajaran lainnya.

“Kami sangat berterima kasih karena dapat didukung melalui berita yang berimbang oleh banyak media yang ada di Bengkulu, salah satunya RBTV. Akhir-akhir ini BPJS Kesehatan memang banyak diterpa isu yang keliru. Seperti waktu triwulan ketiga tahun 2018, beredar infomasi tentang persalinan tidak dijamin oleh Program JKN-KIS, namun berkat support dari teman-teman media. berita tersebut dapat diluruskan sehingga masyarakat Bengkulu bisa tenang,” kata Rizki.

Dalam kesempatan tersebut, Rizki juga menjelaskan kepada pihak RBTV tentang beberapa ketentuan terbaru tentang Program JKN-KIS sejak di implementasikannya Peraturan Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Mulai dari ketentuan tentang bayi yang baru lahir, ketentuan tentang batas maksimal tunggakan iuran dan lain-lain.

”Dengan dikeluarkannya Perpres Nomor 82 Tahun 2018 oleh pemerintah, tentunya banyak hal baru yang akan dikeluarkan beserta regulasi turunannya, yang harus dipahami masyarakat. Untuk itu, kami senang sekali jika pihak RBTV dapat membantu meneruskan informasi ini kepada masyarakat Bengkulu agar mereka dapat memperoleh pelayanan kesehatan dengan lancar di fasilitas kesehatan. Kami juga berharap RBTV dapat mengadvokasi pihak terkait lainnya untuk turut mengedukasi masyarakat akan hal ini,” terang Rizki.

Sementara itu, Pimpinan Redaksi RBTV Purnama Sakti menyambut baik kunjungan BPJS Kesehatan ke Graha Pena Rakyat Bengkulu. Ia pun menjelaskan bahwa RBTV selaku media selalu berusaha membuat berita yang berimbang di masyarakat.

”Kami selalu mencoba membangun hubungan baik dengan BPJS kesehatan. Harapan kami kedepannya hubungan yang sudah baik ini dapat terus berjalan agar berita yang kita sajikan itu kami tampilkan secara berimbang. Memang informasi tentang persalinan akhir tahun kemarin, sempat menimbulkan pertanyaan di antara masyarakat. Namun kita bantu BPJS Kesehatan dengan memberikan porsi yang sama untuk menjelaskan penerapan aturan tersebut. Kita edukasi juga, namun kembali lagi biarkan masyarakat yang menilai,” ujar Purnama.[**]