Dalam rangka meningkatkan kolektibilitas pembayaran peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), terutama dari segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU), BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu mengoptimalkan informasi penggunaan autodebet kepada peserta melalui Kader JKN. Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu Siti Rahmi mengatakan, Kader JKN diharapkan dapat mempersuasi masyarakat untuk memanfaatkan layanan autodebet tersebut.

“BPJS Kesehatan juga akan memberikan surat tagihan terkini kepada peserta menunggak melalui Kader JKN, sehingga dapat mempermudah proses penagihan. Kami berharap Kader JKN dapat menginformasikan kepada peserta di wilayah kerjanya agar menggunakan pembayaran melalui sistem autodebet, karena dengan sistem ini peserta tidak lagi khawatir atau bingung membayar iuran bulanan. Bebas lupa kalau pakai autodebet,” kata Siti, Selasa (22/01).

Ia melanjutkan, pada saat ini layanan autodebet yang diberlakukan bagi Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU)  dan Peserta Bukan Pekerja (BP) adalah penggunaan autodebet rekening tabungan bagi kelas 1, 2, dan 3. Dengan menggunakan autodebet, peserta juga tidak perlu khawatir jika sewaktu-waktu terjadi kendala teknis dalam melakukan pembayaran iuran yang berimbas pada keterlambatan pembayaran iuran JKN-KIS.

Sementara itu, Sengnardi, salah seorang Kader JKN, mengungkapkan dirinya siap membantu menginformasikan pemakaian autodebet kepada peserta JKN-KIS yang ada di wilayahnya.

“Dengan adanya kewajiban setiap peserta JKN-KIS memakai sistem autodebet, maka akan mempermudah tugas Kader JKN. Karena ke depannya akan mengurangi kemungkinan tunggakan peserta. Namun kami berharap ke depannya fungsi dari Kader JKN jangan hilang karena masih dibutuhkan oleh masyarkat. Kader JKN akan dapat mencapai daerah terpencil yang kurang mendapat informasi tentang program JKN-KIS,” ujar Senghardi.

Kader JKN sendiri dibentuk bertujuan untuk membantu BPJS Kesehatan dalam mengumpulkan iuran, melakukan sosialisasi dan edukasi, membantu proses pendaftaran, memberikan informasi serta menerima keluhan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan. Selain itu, Kader JKN juga melakukan sosialisasi dan kunjungan kepada masyarakat dan peserta binaan dan calon peserta potensial. Pada tahun 2019 ini, BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu melakukan kerja sama dengan lima orang Kader JKN yang tersebar di wilayah Kota Bengkulu, Kabupaten Kaur dan Kabupaten Bengkulu Tengah.[**]