Ilustrasi

Bagi sebagian besar Wajib Pajak tahun baru berarti juga tahun pajak baru, saat untuk ‘tutup buku’ dan memulai kembali pencatatan/pembukuan yang baru.

Tahun baru juga waktunya menghitung pajak penghasilan, mengembalikan nomor faktur pajak tersisa, juga meminta nomor faktur pajak baru. Segala rutinitas tersebut tentu sudah sangat akrab bagi wajib pajak di seantero negeri.

Namun, apalagi yang perlu dilakukan? Saya mempunyai beberapa kiat yang bila dilakukan semoga bisa membuat Anda menjadi wajib pajak yang lebih bahagia di tahun baru.

1. Laporan SPT Tahunan di Awal Waktu

Gelaran besar (terkait pajak) di awal tahun adalah penyampaian SPT Tahunan. Wajib Pajak Orang Pribadi mendapat waktu dari awal tahun sampai 31 Maret sedangkan Wajib Pajak berbentuk badan sampai 30 April. Batas waktunya memang sampai 3-4 bulan. Namun yang perlu diingat, sejak Januari Anda sudah bisa lapor SPT Tahunan.

Memang ada beberapa Wajib Pajak yang belum bisa menghitung pajak penghasilan di awal tahun. Mereka perlu menyiapkan berbagai dokumen untuk menghitung jumlah pajak yang terhutang. Tapi,
sebagian besar Wajib Pajak sebenarnya bisa melapor SPT Tahunan di awal tahun.

Contohnya Wajib Pajak UMKM yang membayar pajak final 1% (sekarang turun menjadi 0,5%). Pada bulan Januari 2019 mereka sudah bisa menghitung pajak final untuk bulan Desember 2018.

Artinya semua kewajiban perpajakan untuk tahun 2018 sudah selesai dilaksanakan dan tinggal melaporkannya di SPT Tahunan. Wajib Pajak yang bekerja sebagai pegawai swasta dan PNS pun bisa melapor di awal tahun.

Hanya perlu meminta bukti potong ke bendahara atau bagian keuangan untuk dasar pelaporan SPT Tahunan lewat e- filling.Sebagian besar Wajib Pajak melaporkan SPT Tahunan di akhir masa pelaporan.

Maka tak heran bila suasana kantor pajak di saat itu menjadi sangat ramai. Jangankan bertanya masalah pengisian SPT, untuk melapor pun saat itu Anda mesti mengantri. Percayalah, menyampaikan SPT Tahunan di awal waktu akan lebih mudah dan nyaman.

2. Simpan Dokumen-Dokumen Pembukuan/Pencatatan

Saat menyiapkan SPT Tahunan setiap wajib pajak tentu akan berkutat dengan data, buku, catatan, dan dokumen terkait perusahaan selama satu tahun. Dokumen dan catatan lama akan dibuka kembali. Angka- angka akan dicocokkan demi menemukan jumlah yang tepat untuk dituangkan di SPT.

Setelah selesai mengisi SPT Tahunan bukan berarti data, dokumen, catatan, dan buku bisa Anda lupakan. Justru sebaliknya, momen SPT Tahunan dapat Anda manfaatkan untuk merapikan dokumen-dokumen
tersebut.

Ingat, wajib pajak harus menyimpan semua data dan dokumen selama 10 tahun. Bila data berbentuk elektronik segera backup data Anda dan simpan. Bila berbentuk kertas atau printout, simpan dalam wadah yang tidak gampang rusak, bila perlu difotokopi terlebih dahulu agar tulisan tidak terhapus.

Tidak menutup kemungkinan di tahun-tahun mendatang ada petugas pajak melakukan konfirmasi terkait data untuk saat ini. Bila Anda sudah menyimpan semuanya dengan rapi maka mudah saja untuk menjawabnya. Menyimpan data dan dokumen dengan baik akan membuat Anda lebih tenang mengarungi
hari-hari kedepan.

3. Kenalan dengan AR Baru

Perubahan pembagian wajib pajak untuk masing-masing Account Representative (AR) adalah hal yang jamak terjadi di kantor pajak, apalagi di awal tahun.

Tidak ada salahnya setelah pergantian tahun Anda ke kantor pajak dan menanyakan apakah Anda mendapatkan AR baru. Bila iya, tidak ada salahnya berkenalan karena selama setahun kedepan Anda akan sering berhubungan dengan AR Anda tersebut.

Bila sudah kenal, informasi terkait kewajiban perpajakan Anda akan cepat Anda ketahui. Semakin cepat
informasi Anda terima, maka Anda akan mempunyai cukup waktu untuk meresponnya.

Kebahagiaan memang tak bisa dibeli, namun bisa diusahakan. Semoga ketiga kiat di atas bisa membuat

Anda menjadi wajib pajak yang lebih bahagia di tahun baru. Selamat mencoba.

Wahyu Agung Priyadi, Praktisi Perpajakan yang Tinggal di Bengkulu