Anggota Komisi Kejaksaan Agung (Komjak) RI, Yuswa Kusumah

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Dalam penanganan kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) seperti dalam bentuk fisik dan perusahaan merupakan hal yang sudah biasa dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi Bengkulu dan jajaran.

Namun selama ini untuk Bengkulu belum pernah melakukan penanganan dugaan korupsi Sumber Daya Alam (SDA). Padahal sebelumnya penanganan kasus dugaan korupsi dalam bidang SDA tersebut telah menjadi astensi khusus oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Republik Indonesia ketika berkunjung di Bengkulu beberapa waktu lalu.

Menyikapi hal ini, Komisioner Kejaksaan (Komjak) Republik Indonesia, Yuswa Kusumah, AB, SH, MM, MH dalam kunjungan kerja di Kejaksaan Negeri Bengkulu, Kamis (24/1/2019) mengatakan sekarang ini dalam penanganan kasus tindak pidana korupsi bidang SDA harus dilakukan.

“Saat ini sudah dilakukan langkah strategi yang perlu untuk melaksanakan keinginan pemerintah yang tentunya supaya, karena itu juga merupakan aset-aset pemerintah,” kata Yuswa Kusumah.

Maka dalam hal ini, sambung Yuswa Kusumah, pihak aparat penegak hukum harus cepat mengambil tindakan terkait persoalan ini. Pasalnya, jika dibiarkan begitu saja maka aset akan hilang.

“Kalau tidak segera ditindak lanjuti bisa hilang nanti aset aset keberadaannya yang seharusnya milik pemerintah,” terang Yuswa Kusumah.

Dalam hal ini pihaknya mensupport penuh terkait penanganan tipikor dalam bidang SDA yang menjadi asistensi Jampidsus.

“Kita sangat mendukung penuh aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus tipikor dalam bidang sumber daya alam,” jelas Yuswa Kusumah.

Seperti diketahui bersama, memang dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi dalam bidang Sumber Daya Alam belum pernah dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi Bengkulu untuk melakukan pengungkapan. [Ardiyanto]