Ist/Proses evakuasi korban longsor Sukabumi malam tahun baru 2019

PedomanBengkulu.com, Sukabumi – Malam tahun baru 2019 diwarnai longsor Sukabumi yang menimbun puluhan rumah di atas bukit di Kampung Cimapag, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Setelah peristiwa tanah longsor terjadi pada Senin, 31 Desember 2018, ada empat kali longsor susulan.

Longsor Cisolok Sukabumi susulan terjadi meski dengan jumlah longsoran yang lebih kecil. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, daerah Cisolok merupakan zona bahaya longsor sedang dan tinggi.

“Berdasarkan peta prakiraan terjadinya longsor di Kabupaten Sukabumi pada Januari 2019 dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), terdapat 33 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, yang masuk kategori longsor menengah hingga tinggi,” jelas Sutopo dalam keterangan rilis dilansir Liputan6, Rabu (2/1/2019).

Peta potensi longsor menengah artinya daerah tersebut mempunyai potensi menengah untuk terjadi longsor. Pada zona ini dapat terjadi longsor jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan.

Longsor juga terjadi bila lereng mengalami gangguan. Peta potensi longsor tinggi adalah daerah yang mempunyai potensi tinggi untuk terjadi longsor. Pada zona ini dapat terjadi longsor jika curah hujan di atas normal, sedangkan longsor lama dapat aktif kembali.

Material tanah longsor yang gembur dan rapuh cukup membahayakan bagi tim SAR gabungan di lapangan, terutama jika turun hujan. Pencarian korban yang tertimbun longsor pun masih dilakukan sampai saat ini.

Setelah dilakukan pendataan lagi dengan melibatkan aparat desa dan tokoh masyarakat, dari 30 unit rumah yang tertimbun ada 32 Kepala Keluarga (KK) atau 101 jiwa. Sebelumnya dilaporkan 107 jiwa yang tertimbun, tapi kemudian dikoreksi menjadi 101 jiwa, lanjut Sutopo.

Dari 101 jiwa yang tertimbun tercatat 63 orang selamat, 3 orang luka-luka, dan dirujuk ke RS Pelabuhan Ratu. Sementara itu, 15 orang meninggal dunia dan 20 orang masih dalam pencarian. Dua alat berat telah disiapkan, tapi baru satu alat berat yang dapat masuk ke lokasi longsor.

Namun, tim SAR kembali meralat jumlah korban tewas longsor Sukabumi tersebut setelah rapat evaluasi bahwa jasad yang telah ditemukan sebanyak 11 korban.

“Jadi, total ada 11 orang yang sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” kata Kasi Penerangan Korem 061/Suryakancana Mayor Inf Ratno Sudarmadi, Selasa (1/1/2019).

Sebelumnya, dari data sementara yang dihimpun oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Nugroho disebutkan, ada sekitar 32 kepala keluarga atau 107 jiwa terdampak longsor.

Pada Selasa kemarin, pukul 11.45 WIB dilaporkan sembilan orang dilaporkan meninggal dunia, empat luka-luka, dan 34 orang belum ditemukan.

“Dari 107 yang tertimbun, 60 jiwa bisa diselamatkan. 4 orang luka-luka dan saat ini dirawat di RS Pelabuhan Ratu. 9 orang meninggal dunia dan 34 masih dalam proses pencarian Tim SAR,” ujar Sutopo dalam keterangan resminya, Selasa, 1 Januari 2019.

Seiring operasi pencarian berjalan, hasil sementara didapatkan jumlah warga yang selamat bertambah menjadi 63 orang. Dan mereka yang diduga masih hilang berjumlah 26 orang. [Ivana]