Ustaz Ibnuhajar Basalamah saat melakukan tanya jawab dengan kaum muda hijrah di Masjid Agung At-Taqwa Kelurahan Anggut Atas, baru-baru ini.

Laskar At-Taqwa terus menggalang konsolidasi kaum muda Bengkulu untuk membangun kota tanpa kemaksiatan.

Berbagai isu tak sedap yang ditujukan terhadap program yang dilakukan Laskar At-Taqwa tak menyurutkan langkah kaum muda yang tergabung di dalamnya untuk terus mengajak pemudi dan pemuda Bengkulu untuk taat kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan mengamalkan ajaran agama secara sempurna.

“Ada yang bilang program muhasabah malam tahun baru di Masjid At-Taqwa bid’ah. Tapi demi Allah, tidak ada satu pun Nabi yang diam ketika melihat kemungkaran,” kata Ustaz Ibnuhajar Basalamah merespon tudingan bahwa Laskar At-Taqwa telah melakukan kesesatan dengan ikut merayakan tahun baru 2019 di masjid, belum lama ini.

Mantan dosen yang meninggalkan almamaternya untuk berdakwah di seluruh Indonesia ini menjelaskan, Laskar At-Taqwa tidak merayakan tahun baru, namun menggelar kegiatan untuk menghilangkan perayaan tahun baru Masehi.

“Kata Kemenag di sini, biasanya malam tahun baru di Bengkulu orang jualan kondom sampai habis. Petasan dimana-mana. Kita ingin menghilangkan kebiasaan itu dengan kebaikan dan amal saleh. Ada ratusan pemuda yang bergerak ke pusat-pusat keramaian untuk mengajak kaum muda meninggalkan kemaksiatan dan mendatangi kegiatan kami di masjid,” ujar Ustaz Ibnuhajar.

Pernah suatu kali, Ustaz Ibnuhajar menceritakan sebuah kisah, malaikat Jibril diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk menghancurkan sebuah kota yang penuh kemaksiatan. Namun Jibril melaporkan kepada Allah masih ada seseorang yang taat kepada-Nya dan menghabiskan hari-harinya dengan terus melakukan ibadah.

“Tapi justru Allah subhanahu wa ta’ala memberikan perintah kepada Jibril untuk menghancurkan ahli ibadah itu terlebih dahulu sebelum menghancurkan kota tersebut. Kenapa? Karena keningnya tidak berkerut ketika melihat kemaksiatan dimana-mana. Ia sibuk ibadah tapi tidak mengajak orang kepada kebaikan dan mencegah dari berbuat mungkar. Kita tidak mau ini terjadi kepada kota yang kita cintai. Inilah makna dari program boikot malam tahun baru yang kita adakan kemarin,” terang Ustaz Ibnuhajar.

Alumni SMU Negeri 36 Jakarta ini memaparkan, masih bersinarnya matahari di langit bukti bahwa di dunia masih ada orang yang mengamalkan agama, menyuruh sesama kepada kebaikan dan mencegah sesama dari kemaksiatan.

“Siang dan malam adalah proses perjalanan untuk manusia berfikir. Hidup kita di dunia kata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya 60 sampai 70 tahun. Ada yang lebih jumlahnya nggak banyak. Lalu kelak kita dibangkitkan dari alam kubur dan digiring menuju mahsyar lalu hidup di surga atau neraka selama-lamanya. Dalam hidup yang singkat itu, kalau kita tidak amal agama, kita tidak ada harga di mata Allah. Harta, pangkat, jabatan, kecantikan, ketampanan, tidak ada harga di hadapan Allah. Kita hanya mulia bagi Allah ketika kita amal agama,” tegasnya.

Untuk itu, Ustaz Ibnuhajar mengajak kepada para da’i dan da’iyah untuk bersabar dalam dakwah menjaga iman dan istikamah mengajak saudara-saudarinya hijrah dari makhluk yang jauh menjadi dekat kepada Allah, dari menyukai maksiat menjadi menyukai taat kepada Allah.

“Di dunia ada makhluk yang tahu harga iman, yaitu setan. Setan selalu ingin merampas iman kita. Kalau ada yang cita-cita ingin kaya, jadi pejabat, hidup mewah, punya istri atau suami cantik dan sebagainya, setan tak ingin itu semua,” ungkap Ustaz Ibnuhajar.

“Setan mau iman kita. Mereka mau kita mati tidak bawa iman. Setan ini musuh kita. Jadilah musuh setan, kata Allah. Musuhnya setan adalah para nabi. Setan mau iman kita hilang. Nabi ingin kita semua beriman. Nabi-nabi bicara iman, memberitahukan harga iman. Nabi bilang nggak penting kita kaya, punya pangkat dan sebagainya tapi mati harus dengan iman,” demikian Ustaz Ibnuhajar.

Laskar At-Taqwa adalah komunitas kaum muda hijrah yang berbasis di Masjid Agung At-Taqwa Kelurahan Anggut Atas. Dalam kesehariannya, kaum muda ini mengisi kegiatannya dengan musyawarah, taklim, dakwah, salat berjamaah dan amalan-amalan agama lainnya dalam rangka menyebarkan kebaikan dan mencegah kemaksiatan dari masjid ke masjid se-Kota Bengkulu.

Setiap malam Ahad, atau Sabtu malam, Laskar At-Taqwa menggelar kajian setelah salat Magrib berjamaah yang dilanjutkan dengan tanya-jawab, makan bersama, salat sunnah tasbih, itikaf, hingga coffe morning menjelang pagi hari. [Gayatri Sukarti]