PedomanBengkulu.com, Seluma – Bantuan pemerintah program Nawa Cita di tahun 2018 kemarin diduga diperjualbelikan oleh oknum Kades Tebat Gunung, Dusun Babatan.

Desa Tebat Gunung Dusun Babatan masih termasuk Kecamatan Semidang Alas Maras Kabupaten Seluma.

Penjualan bantuan pemerintah tersebut berupa tenaga surya yang diperuntukan bagi masyarakat belum mempunyai aliran listrik.

Saat berada di lapangan, menemukan kejanggalan di dusun tersebut, pasalnya setiap warga yang ingin memasang tenaga surya tersebut harus membayar sebesar Rp100 ribu hingga Rp300 ribu dan menyerahkan foto kopi KK serta ktp.

Saat dikonfirmasi pada Sabtu kemarin (05/1/2019) EZ (35) warga Desa Tebat Gunung menerangkan, bahwa ia sudah membayar Rp100 ribu dan beberapa waktu berjalan dicabut kembali oleh oknum kades tersebut tanpa alasan yang jelas.

“Saya sudah bayar, termasuk beberapa KK juga bayar, tapi malah dicabut kembali, itu kan hak kami dapat bantuan pemerintah,” jelas EZ.

Di samping itu, warga juga mengeluhkan kepada oknum kades yang juga menjual bantuan pemerintah ke desa lain.

Hal ini membuat beberapa warga merasa geram akan tingkah oknum kades tersebut.

“Kami menuntut hak kami sebagai warga, jangan cabut begitu saja karena kami sudah bayar Rp100 ribu untuk pengambilan bantuan nawa cita,” tambah EZ.

Selain EZ juga terdapat warga lain yang juga diharuskan membayar sebesar Rp100 ribu sampai Rp300 ribu untuk mendapatkan bantuan nawa cita berupa tenaga surya.

“Pasca dicabut, rumah kami kembali gelap jika malam hari, cobalah pak lihat kondisi kami disini, biar tahu bagaimana kondisinya agar semua bebas dari KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme).” tutup EZ. [Wahyu]