Rafflesia Arnoldii atau yang dikenal sebagai bunga bangkai raksasa merupakan bunga yang terkenal dengan identitas Provinsi Bengkulu. Bunga ini juga dikenal sebagai bunga terbesar di dunia yang telah dikategorikan sebagai salah satu flora langka.

Kelangkaan ini dapat terjadi oleh beberapa faktor, baik itu faktor dari tanaman itu sendiri maupun dari luar. Faktor yang memengaruhi dari tanaman itu sendiri dapat berupa PH tanah, ketinggiannya, dan juga tipe tanah yang kurang cocok untuk tanaman ini dapat tumbuh, sedangkan faktor luar yang menyebabkan tanaman ini menjadi langka, yaitu adanya campur tangan masyarakat sekitar yang merusak dan mengambil bagian-bagian tertentu pada bunga untuk keuntungan pribadi, seperti dapat mengobati suatu penyakit serta perjualbelian illegal.

Hal inilah yang semakin membuat populasi tanaman langka ini berkurang.
Rafflesia arnoldii merupakan salah satu puspa langka berukuran besar yang memiliki ciri khas dengan kelopak daun berwarna merah dan sebuah lubang di tengahnya yang mengeluarkan bau busuk. Bunga ini tidak mempunyai daun sehingga tidak dapat berfotosintesis serta tidak memiliki akar, daun, dan tidak bertangkai.

Diketahui, Bunga ini merupakan golongan tumbuhan parasit karena hidupnya yang menyerap nutrisi dari tanaman induk atau inangnya. Bunga Raflesia merupakan identitas Provinsi Bengkulu dan merupakan salah satu puspa langka dari tiga bunga nasional Indonesia lainnya. Saat bunga mekar, diameternya dapat mencapai 1 meter dengan berat sekitar 11 kilogram.

Proses penyerbukan pada bunga ini dibantu oleh serangga yang tertarik pada bau bunga yang menyengat. Namun, kemungkinan terjadinya pembuahannya sangatlah kecil karena bunga jantan dan bunga betina sangat jarang mekar secara bersamaan. Hal inilah yang membuat puspa langka ini semakin sulit untuk dikembangbiakan karena meskipun lingkungan tumbuhnya cocok, tetapi belum tentu dapat mekar secara bersamaan. Masa pertumbuhan bunga dapat memakan waktu sampai 9 bulan dan masa mekar sekitar 5-7 hari, kemudian bunga Rafflesia akan layu dan mati.

Ada banyak ancaman yang dapat mengerus pertumbuhan salah satu spesies raksasa ini sehingga tanda-tanda kepunahan dan kelangkaan pun semakin besar. Tingginya laju deforestasi atau penebangan hutan yang kian mengganas pun meyebabkan populasi tanaman langka ini semakin menurun, sedangkan seperti yang kita ketahui bahwa tanaman ini sangatlah sulit untuk hidup dan beradaptasi pada daerah-daerah lain.

Saat ini bunga jenis Rafflesia arnoldii ini hanya dapat ditemukan di Provinsi Bengkulu saja. Belum ditemukan temuan-temuan baru yang mengklaim bahwa tanaman ini dapat tumbuh di tempat lain. Mungkin ada beberapa jenis tanaman bunga bangkai ditemukan di daerah Kalimantan, Jawa, dan Sumatera bagian lainnya, tetapi yang ditemukan bukanlah jenis Rafflesia arnoldii.

Ancaman-ancaman lainnya dapat berupa kebakaran hutan dan menurunnya luas hutan alam Sumatera yang menjadi ancaman serius bagi kelestarian Rafflesia arnoldii. Selain itu, ancaman juga datang dari masyarakat yang merusak dan mengambil putik bunga Rafflesia arnoldii yang digunakan sebagai obat tradisional dan perjualbelian illegal.

Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat sekitar tentang pentingnya bunga langka ini sehingga hal-hal yang terjadi seperti di atas telah menjadi hal yang lumrah bagi masyarakat sekitar dan tidak ada kepeduliannya pada flora langka ini yang mengakibatkan menurunnya tingkat kelestarian spesies langka ini.

Meskipun sudah dilakukan beberapa strategi konservasi oleh beberapa pihak, tetapi masih saja konservasi-konservasi tersebut belum begitu efektif, khususnya pada Provinsi Bengkulu karena masih banyak ditemukan bunga raksasa ini yang terbengkalai di daerah Bengkulu. Terkadang tanaman ini ditemukan oleh beberapa masyarakat sekitar yang bermukim di pinggir hutan, tetapi mereka malah memusnahkan tanaman tersebut dengan menebang dan merusak tanaman ini.

Oleh karena itu, meskipun telah dilakukan konservasi sebaiknya pihak-pihak tersebut melakukan sosialiasi atau pengkajian tanaman bangkai raksasa ini dengan lebih luas agar pengetahuan masyarakat sekitar dapat lebih mengerti tentang flora langka ini dan dapat dilestarikan keberadaannya.

Seharusnya perlu dilakukan perhatian khusus terhadap pelestarian bunga Rafflesia arnoldii yang kian menurun produktivitasnya, khususnya di daerah Provinsi Bengkulu yang merupakan daerah endemik bagi tanaman Rafflesia arnoldii. Masalah ini perlu dikaji ulang baik itu oleh pemerintah setempat maupun para peneliti serta para mahasiswa yang bergerak dalam bidang botani karena jika hal ini dapat diolah dengan baik maka akan memiliki manfaat yang cukup besar baik itu bagi pemerintah dan peneliti maupun masyarakat.

Manfaat yang dapat diharapkan, yaitu dapat bermanfaat bagi para peneliti sebagai bahan penelitian lebih lanjut dalam bidang pendidikan dan edukasi.

Selain itu, masyarakat dapat memanfaatkan tanaman ini dari segi ekonomi yang lebih baik, seperti menjadikan titik lokasi adanya bunga Rafflesia arnoldii ini sebagai tempat pariwisata penambah ilmu pengetahuan dan edukasi kepada para pengunjung dengan syarat di bawah pengawasan pemerintahan daerah Bengkulu.

Dan, sebaiknya masyarakat memiliki bekal pengetahuan lebih yang diberikan oleh pemerintah setempat melalui sosialisasi-sosialisasi tentang pentingnya menjaga kelestarian tanaman langka sehingga puspa langka ini dapat terus mekar dan menjadi tetap menjadi pesona bagi Bumi Rafflesia.

Referensi : Rafflesia arnoldii. (2018, November 12). Retrieved from WWF Indonesia: http://www.wwf.or.id/program/spesies/rafflesia_arnoldii/
Turagan, L., Willyanto, & Fadhilla, R. (2015). Seni Budaya dan Warisan Indonesia Jilid 3 : Flora. Jakarta: PT Aku Bisa.

Oleh : Sarah Mega Pratenna Kaban
Alamat : Jl. Curup – Muara Aman, Bermani Ulu Raya, Pal VIII No. 14
Fakultas Bioteknologi Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta
081260625537 / sarahkaban16@gmail.com