PedomanBengkulu.com, Bengkulu Selatan – Setelah sempat memantau langsung kondisi irigasi Ganjuh setelah mendapat laporan dari petani beberapa waktu lalu, Plt Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi kembali turun ke lokasi irigasi Ganjuh di Air Nelengau Desa Ganjuh Kecmatan Pino pada Rabu (9/1/2019).

Meski menempuh medan yang berat dan menyeberangi sungai serta menyetir mobil sendiri, tidak mematahkan semangat Plt Bupati untuk memantau proses pengerukan alur sungai agar irigasi kembali normal sebagai sumber air bagi 600-an Hektar sawah warga.

“Hari ini (9/1/2019) bersama Dinas PUPR kita lakukan pengerukan pinggiran sungai Air Nelengau supaya arus sungai kembali mengairi saluran irigasi masyarakat,” kata Plt Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi saat meninjau pengerjaan proyek tersebut, Rabu (9/1/2019).

Dikatakan Gusnan, dengan adanya pembedahan alur sungai tersebut diharapkan dapat mengairi kembali hamparan sawah masyarakat Desa Ganjuh.

Sementara itu Kepala Dinas PUPR Bengkulu Selatan, Silustero mengatakan, kondisi alam mengubah jalur aliran sungai yang kemudian menyebabkan bangunan penahan air menjadi tidak berfungsi yang menyebabkan saluran airnya kering.

Tidak hanya itu, banyaknya batuan dan krokos dari sungai juga menjadi faktor penyebab.

Tidak memakan waktu yang lama, hanya selang waktu sehari, menurut Silustero, lengerukan arus sungai Air Nelengau selesai, Kamis (10/1/2019). Pengerukan dilakukan untuk membuat arus sungai baru dan mengairi saluran irigasi area persawahan warga Desa Ganjuh Kecamatan Pino sekitar 600 hektar.

Sebelumnya, lanjut Silustero, kekeringan saluran irigasi ini lantaran perubahan alur sungai. Sehingga mengancam produktifitas area persawahan warga.

“Faktor alam sebabkan perubahan alur sungai. Makanya kita rekayasa kembali alur sungainya agar mengairi kembali irigasi. Alhamdulillah irigasi kembali berfungsi dengan normal,” pungkasnya. [Apdian Utama/Pariwara]